Kelompok 11 KAT UNR, Perkuat UMKM Melalui Pelatihan Pembukuan

Minimnya pengetahuan tentang pembukuan di dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat berdampak pada bisnis atau usaha itu sendiri.

(Last Updated On: )

Foto : Kelompok 11 Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT) Universitas Ngurah Rai di Dusun Abuan Kauh, Desa Abuan, Susut, Bangli.

 

BANGLI – fajarbali.com | Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terbukti menjadi tulang punggung perekonomian bangsa yang tahan terhadap krisis. Untuk itu, keberadaan UMKM di desa-desa dipandang perlu dikuatkan.

Inilah landasan dari salah satu program kerja Kelompok 11 Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT) Universitas Ngurah Rai (UNR) di Dusun Abuan Kauh, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.

Salah satu Dosen Pembimbing Kelompok 11 Made Mulia Handayani., S.Pd.H., M.Pd.H., MM, menjelaskan, dunia UMKM membutuhkan pembukuan sederhana dimana ini hanyalah bagian kecil dari praktik akuntansi yang sebenarnya, yaitu pencatatan aliran uang kas yang didalamnya terdapat proses penerimaan/pendapatan pengeluaran baik secara tunai maupun kredit.

“Pembukuan pada dasarnya adalah perekaman atau pencatatan semua informasi mengenai transaksi dan kegiatan keuangan dari pebisnis tentang proses akuntansi mereka.

Kesadaran masyarakat dalam melakukan pembukuan sederhana terutama di kalangan UMKM masih minim,” jelas Mulia Handayani, beberapa waktu lalu.

Sebelum melakukan program selanjutnya, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan UMKM lokal di Desa Abuan, dibantu Kepala Dusun Abuan Kauh I Wayan Girta. Ketika sudah mendapatkan data UMKM lokal, 3 dari 5 UMKM lokal masih belum melakukan pembukuan sederhana terhadap bisnisnya.

Minimnya pengetahuan tentang pembukuan di dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat berdampak pada bisnis atau usaha itu sendiri.

“Kendala yang kami hadapi dalam program ini, adalah belum adanya kesadaran masyarakat dalam melakukan pembukuan sederhana terhadap usaha yang mereka miliki,” ungkap salah satu mahasiswa Kelompok 11 KAT UNR.

Mulia Handayani menjelaskan pada KAT tahun 2023 ini, kelompoknya mengambil kegiatan Sosialisasi Pencatatan Pembukuan Sederhana bagi Pelaku UMKM.

“Sebelumnya, mahasiswa terlebih dahulu melakukan pendataan baik terjun langsung untuk melihat kondisi usaha maupun melakukan wawancara kepada pihak UMKM” Jelas Bu Handayani.

Dalam mengatasi kendala tersebut, kelompoknya mengadakan Sosialisasi Pencatatan Pembukuan Sederhana Bagi Pelaku UMKM di Desa Abuan Bangli secara “door to door”. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, mampu mengedukasi para pelaku UMKM untuk pentingnya melakukan pencatatan pembukuan sederhana.

Tujuannya, agar pelaku UMKM dapat memantau kondisi keuangan mereka secara akurat, mereka harus mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara berkala. Dengan mencatat semua transaksi secara teratur, UMKM dapat mengidentifikasi sumber pengeluaran yang tidak perlu atau tidak efisien, dan UMKM dapat menghasilkan laporan keuangan yang lengkap.

“KAT merupakan wujud pengamalan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni mengabdi kepada masyarakat. KAT juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk berbaur dengan masyarakat,” ujarnya sembari berterima kasih kepada kepala dusun, serta semua pihak yang mendukung.

Kelompok 11 dibimbing oleh, Dr. Made Artana.,SH.,MH (Ketua), serta anggota; Made Mulia Handayani.,S.Pd.H.,M.Pd.H.,MM, Dr. I Made Artayasa S.Sos.,MAP, I Ketut Satria Wiradhama, Sumertajaya., SH. M.Kn, Ir. Gede Sumarda., MT.

Next Post

"Pecah Telur", Rektor UNR Resmi Menyandang Profesor Bidang Kebijakan Publik

Jum Nov 10 , 2023
Tirka Widanti resmi tiba di puncak pendakian akademik tertinggi seorang dosen, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Nomor 63703/M/07/2023, tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen, ditandatangani 7 November 2023.
Tirka

Berita Lainnya