Tim kuasa hukum juga menyebut HCP menguasai akses transaksi keuangan perusahaan serta menerima gaji dan dividen. Namun, sumber dana, pengelolaan perusahaan, dan pembagian keuntungan masih harus diuji melalui bukti serta keterangan para pihak.
Tuntutan lainnya meliputi dana personal yang disebut diberikan kepada HCP sebesar USD673.942,14 atau sekitar Rp11,74 miliar. Dana tersebut diklaim digunakan untuk membeli mobil Honda HR-V dan Ford Fiesta, modal usaha salon kecantikan yang disebut telah bangkrut, serta pembelian pakaian, tas, dan sepatu bermerek.
Dalam dokumen tuntutan, transfer tersebut disebut diberi keterangan “Gifted” atau hadiah atas usul HCP agar tidak terkena pajak. Keterangan itu merupakan klaim pihak Ronald yang masih memerlukan pembuktian.
Ronald juga menuntut penggantian biaya hukum perceraian sebesar USD20.000 atau sekitar Rp348,42 juta dan biaya pengiriman barang pribadi ke AS sebesar USD10.000 atau sekitar Rp165,61 juta.
Selain itu, terdapat tuntutan child support atau biaya dukungan anak sebesar USD800 per bulan, yang dalam dokumen dicantumkan setara Rp13.936.800. Tim kuasa hukum mengaitkannya dengan putusan perceraian di AS yang, menurut mereka, menetapkan anak berada dalam pengasuhan Ronald.
Mobil dan Barang Pribadi Dipersoalkan
Ronald mengklaim Toyota Fortuner yang dibelinya pada 2013 telah dijual tanpa izin. Ia juga menduga rumah dan tanah yang disengketakan telah diiklankan untuk dijual oleh HCP tanpa persetujuannya.
Selain pengembalian uang, Ronald meminta aset tertentu dikembalikan secara fisik atau in natura. Jika tidak dapat dikembalikan, ia menuntut penggantian uang. Kelompok tuntutan ini dicantumkan sebesar USD309.274,38 atau sekitar Rp5,66 miliar.









