Hadapi Pandemi dan Globalisasi dengan Wirausaha

Hadapi Pandemi dan Globalisasi dengan Wirausaha

Oleh: Ni Nyoman Ayu Suryandari

Cita-cita untuk mencapai masa depan lebih baik dengan adanya era globalisasi ternyata dihadang oleh adanya pandemi covid-19. Pekerja yang sedang menikmati masa indah di kantor harus merasakan pahitnya menjadi pengangguran dan merasakan sulitnya mencari pekerjaan baru karena berkurangnya jumlah lapangan pekerjaan yang mau menerima pekerja baru.

Kebanyakan orang lebih fokus mencari pekerjaan daripada menciptakan lapangan pekerjaan, padahal persaingan dalam dunia kerjapun semakin ketat. Untuk tetap mensejahterakan diri sendiri, keluarga dan masyarakat, kita dituntut untuk dapat mendayagunakan sumber daya yang ada dengan berwirausaha sehingga mampu menghasilkan produk yang diminati oleh masyarakat.

Jiwa wirausaha ini harus segera ditumbuhkan pada generasi muda. Membangun jiwa wirausaha tidaklah mudah. Perguruan tinggi melalui mata kuliah kewirausahaan telah menjadi langkah awal untuk menumbuhkan jiwa wirausaha. Pada beberapa perguruan tinggi, hal ini dilanjutkan dengan pembentukan UPT kewirausahaan, inkubator bisnis, seminar serta penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang mampu mempraktekkan wirausaha tersebut. Hal ini karena mahasiswa dipandang sebagai agent of change dan agent of control masa depan. Jiwa wirausaha dapat ditumbuhkan dalam diri seseorang, hanya saja perlu waktu untuk memunculkan dan mengembangkannya.

Kuncinya adalah mampu melakukan perencanaan yang tepat, tidak mudah putus asa, berani mengambil risiko, mau mengembangkan potensi diri, mampu berkomunikasi dan bekerjasama dengan orang lain, disiplin, memiliki komitmen yang kuat, dan mampu mengambil keputusan yang tepat.

Menjadi seorang wirausaha akan menghadapi ketidakpastian. Hal ini menuntut pembuatan skala prioritas kerja dan hasil yang diinginkan. Pembentukan daftar prioritas yang menantang akan memberi motivasi untuk terus belajar dalam mengembangkan usaha. Salah satu penyebab banyaknya wirausaha yang gagal adalah kurang mampu berinovasi dan berkreativitas.

Berwirausaha tak cukup hanya bermodalkan uang atau malah ikut-ikutan. Calon wirausahawan harus melakukan analisis kemampuan diri sendiri, survey pasar dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat) sehingga dapat menetapkan bidang usaha yang dijalankan. Suatu kondisi seperti meningkatnya persaingan dan pasar yang dinamis, akan menggoyahkan keyakinan wirausaha. Risiko kegagalan pasti akan selalu ada, yang harus diterima sebagai pengalaman dan membantu wirausahawan untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Next Post

Penembaknya Seorang Mahasiswa, Polisi Sita Senapan Angin

Sel Agu 16 , 2022
Pelaku Masih Saksi, Belum Tersangka
IMG_20220816_110656-abbd3db1