Golkar Kaji Ulang Surat Tugas Kepada SGB

Sepertinya Koalisi Rakyat Bali (KRB) dalam mengusung Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta) sudah hampir final. Hal ini juga akan mempengaruhi rekomendasi Partai Golkar yang sebelumnya memberikan mandat kepada Ketut Sudikerta sebagai Calon Gubernur.

DENPASAR-fajarbali.com | Menyikapi dinamika tersebut, Partai Golkar langsung menggelar pertemuan dengan para jajaran. Turut hadir diantaranya Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-Nusra, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, Wakil Ketua DPD Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya, Wakil Ketua DPD Golkar Bali, Yus Sudibya, Sekretaris DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, Wakil Sekretaris DPD Golkar Bali, Kusnandar, dan beberapa fungsionaris Golkar lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, DPP Golkar memutuskan untuk mengkaji kembali surat penugasan bernomor No. B-1098/Golkar/V/2017 tentang Penetapan Calon Kepala Daerah Provinsi Bali yang memutuskan Sudikerta sebagai Cagub Bali di Pilgub Bali 2018.

“Seperti diketahui, DPP Golkar telah menetapkan Sudikerta sebagai calon di Pilkada 2018 mendatang di bulan Juni. Tapi dalam perkembangan dan kajian yang ada,” ujar Sekretaris DPP Partai Golkar Idrus Marham, Senin (1/1/2018).

Dengan adanya kajian tersebut, DPP Partai Golkar akhirnya menugaskan Ketua DPD I Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) mendampingi Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra sebagai Calon Gubernur pada Pilgub Bali 2018 mendatang.

Hal ini merupakan aspirasi yang masuk dalam KRB. “DPP Golkar telah mengambil kebijakan menugaskan saudara Sudikerta dalam rangka menghadapi Pilkada 2018 di Bali sesuai dengan aspirasi yang berkembang di antara parpol koalisi. Maka DPP menugaskan sebagai pasangan yang ada berpasangan dengan saudara Rai Mantra. Dengan demikian Calon Gubernurnya saudara Rai Mantra dan Wakilnya Sudikerta,” akunya.

Mengenai harapan Partai Golkar yang sebelumnya menjadikan kadernya sebagai Kepala Daerah, Idrus menyebut jika partai tak mempermasalahkan hal tersebut. “Kalau itu menjadi panggilan, maka DPP Golkar tidak mempersoalkan satu atau dua, kami melihat kepentingan bersama. Kami ingin mengambil kepeloporan ini dalam melihat mengambil kepentingan utama dibanding pribadi dan golongan,” tandasnya.

Dengan terwujudnya Paket Dharma-Kerta, sambungnya, akan terjalin kesamaan persepsi diantara partai-partai politik yang tergabung dalam KRB. “Pasangan ini menjadi perekat parpol-parpol yang ada menjadi koalisi besar dan kepentingan-kepentingan masyarakat Bali,” terangnya.

Pria asal Sulawesi Selatan ini juga optimis, sebagai kader Partai Golkar, Sudikerta akan menerima dan menjalankan tugas yang diberikan oleh partai. Ditambah lagi, figur seorang Sudikerta dikenal sebagai sosok kader berpengalaman, militan, dan banyak berbuat bagi Golkar. “Kami berkeyakinan Sudikerta adalah kader berpengalaman, militan, dan sudah kader yang sudah banyak pengorbananannya selama ini,” jelas Idrus.

Selanjutnya, DPP akan menugaskan Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-Nusra, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra untuk menyerahkan langsung Surat Perintah kepada Ketut Sudikerta. “Nanti DPP akan menugaskan saudara Gus Adhi untuk menyerahkan surat keputusan itu dalam satu dua hari ini,” akunya.

Tak ketinggalan, Partai Golkar juga akan mengundang Paket Dharma-Kerta untuk hadir ke DPP pada tanggal 5 Januari 2018. Pertemuan ini akan dilakukan bersamaan dengan seluruh Pasangan Calon yang diusung oleh Partai Golkar. “Nanti tanggal 5 akan meminta kepada Pak Rai Mantra dan Pak Sudikerta untuk pertemuan di DPP Golkar dengan seluruh paslon yang diusung Golkar,” pungkasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Longsor, 96 Warga Demulih Terisolir

Sen Jan 1 , 2018
Hujan lebat di Bangli membuat tebing berketinggian 20 meter, Minggu (31/12/2017) longsor.