Desa Panji Nihil Stunting Berkat Program dan Keharmonisan Keluarga

Panji

FOTO: STUNTING-"Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus" di Desa Panji, Minggu (20/8).

 

SINGARAJA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, menjadi salah satu desa di Bali utara yang nihil kasus stunting pada bayi. Selain dukungan program pemerintah desa, keharmonisan masing-masing rumah tangga menjadi kuncinya, karena berhubungan dengan kesehatan ibu hamil.

Demikian dikatakan Perbekel Desa Panji, Jero Mangku Made Aryawan, saat memberikan sambutan kegiatan "Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus" di Desa Panji, Minggu (20/8).

Saat ini, kata perbekel, terdapat lima orang ibu hamil dan 46 balita di wilayahnya. "Kami di pemerintah desa memastikan masyarakat untuk mendapatkan pendampingan pencegahan stunting seperti senam bagi ibu hamil, menyediakan telur untuk dokonsumsi oleh masyarakat," jelas Jero Aryawan.

Pihaknya memiliki program khusus gerakan membuat bubur bayi kemudian dibagikan kepada bayi pada saat posyandu. Meski nihil stunting, ia menyebut ada lima bayi yang menderita gizi buruk (berisiko stunting), tetapi sudah diatensi oleh petugas terkait sehingga terhindar dari stunting.

Foto: Peserta melakukan diskusi.

Pj. Bupati Buleleng diwakili Kepala Dinas Kesehatan, Sucipto, menerangkan, percepatan penurunan stunting menjadi program prioritas nasional dengan terbitnya Peraturan Presiden No 72/2021.

Merujuk Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, kata dia, stunting masih  bercokol di angka 11 persen. Meski di Desa Panji tidak ada stunting, ia meminta tidak berbangga diri karena stunting ini penyebabnya sangat kompleks sehingga masih perlu diperhatikan oleh masyarakat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top