DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Warga Negara (WN) Malaysia bernama Mohd Husaini bin Jaslee (35) yang diduga mengimpor atau membawa masuk 1887 butir pil ekstasi, Senin (7/1/2019) diadili di PN Denpasar.
Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwanti Murtiasih yang diwakili oleh Jaksa Megawati.
Jika melihat dari Pasal yang tertuang dalam dakwaan, maka terdakwa yang didampingi pengacara Ketut Dody Artha Kariyawan ini pun terancam hukuman mati. Jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 113 ayat (2) UU Narkotika pada dakwaan kesatu atau Pasal 112 ayat (2) UU yang sama pada dakwaan kedua.
Sementara itu, dalam dakwaan diuraikan, terdakwa ditangkap petugas pada tanggal 9 Sempter 2018 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengakerang. Saat ditangkap, terdakwa tidak sendiri. Dia bersama Nurasyqin binti AB Razak.
Dalam dakwaan diuraikan pula, sebelum ditangkap, pada tangga 3 September 2018 sekira pukul 06.00 waktu Malaysia, terdakwa bersama Nurasyqin binti AB Razak berangkat dari Kuala Lumpur menuju Bali dengan menumpang pesawat Air Asia D7798.
Tiba di Bali sekitar pukul 10.00 Wita, terdakwa membawa satu buah tas laptop warna hitam, satu buah tas gendong, dan tas koper warna abu abu Sedangkan temanya, membawa satu buah tas gendong warna biru dan sebuah tas koper warna silver.
Saat tiba di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai, keduanya yang sebelumnya sempat ke toilet menuju ke tempat pemeriksaan Bea Cukai dan mengisi Declaration Custom. Usai mengisi dan menyerahkan Declaration Custom kepada petugas, terdakwa diarahkan melakukan pemeriksaan barang di mesih X-Ray.










