Saras menjadi sosok kunci di balik kesuksesan Seka Baleganjur Banjar Bukit Catu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, meraih juara 3 pada ajang Ulun Danu Fest tahun lalu. Dengan kerja keras, membelah kabut Bedudul, Saras berhasil membina seka gong tersebut sampai mengukir prestasi.
Senada, Eka juga menceritakan perjuangan penuh liku menuntaskan pendidikan tinggi pada Prodi Pendidikan Agama Hindu. Setiap hari, Eka bolak-balik mengendarai sepeda motor roda tiga dari rumahnya di Abiansemal ke Kampus Unhi.
Keberhasilan ini, kata Eka, tidak lepas dari support keluarga, teman kuliah serta dosen. Selama berkuliah di Unhi, Eka mengaku tidak mendapatkan perlakuan tidak nyaman seperti perundungan. Malah, teman dan dosen mensupport penuh langkahnya menggapai cita-cita.
Eka juga menggantungkan harapan menjadi guru setelah lulus kuliah. Menurutnya guru merupakan profesi mulia. Melalui jalur pendidikan, ia berkomitmen menyalurkan pengetahuan yang didapatkan selama di bangku kuliah.
"Awalnya kuliah di bidang pendidikan itu disarankan orang tua. Tapi lama-lama saya suka. Akhirnya mantap ingin jadi pendidik di sekolah umum," pungkasnya.
Eka dan Saras berpesan kepada generasi muda untuk menjaga asa, tidak menyerah dengan keadaan. Sebab mereka sendiri telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi persoalan. Mereka yakin Tuhan menyelipkan kelebihan di balik kekurangan. (gde)










