"Yang spesial tentu kami kembali menggelar rapat senat terbuka dengan agenda wisuda ini di kampus kami tercinta, di Universitas Hindu Indonesia. Karena sejak sudah mungkin 8 tahun Covid terakhir ya, dan hari ini kita memulai kembali untuk menyelenggarakan wisuda di kampus Tembau," ungkap dia.
Menurutnya, ada dua tujuan utama di balik kembalinya pelaksanaan wisuda ke dalam area kampus. Selain aspek kesiapan infrastruktur, hal ini berkaitan erat dengan tradisi akademik spiritual yang dipegang teguh oleh UNHI.
"Satu, membangun satu kepercayaan diri bahwa kita mampu untuk menyelenggarakan di dalam kampus. Yang kedua, infrastruktur kami mendukung. Karena mahasiswa ini ketika masuk di UNHI diupacarai dengan Widya Jayanti, dan ketika keluar dari UNHI ya harus di kampus kembali," tegasnya.
Terkait dengan kualitas lulusan, Cokorda Gde Bayu Putra memaparkan bahwa masa tunggu para alumni UNHI untuk mendapatkan pekerjaan masih tergolong sangat ideal, yakni berada di bawah waktu enam bulan.
"Masa tunggu sesuai data tracer study kami di bawah 6 bulan masih. Dan ini merupakan indikator IAPT (Instrumen Akreditasi Program Studi) yang menurut saya ya cukup ideal juga, kita pertahankan trennya ke depan," tuturnya optimis.
Menjelang tahun akademik baru, UNHI Denpasar juga membawa kabar baik bagi masyarakat dengan siap dibukanya program studi (prodi) baru, yaitu Magister Hukum (S2). Surat Keputusan (SK) pendirian prodi tersebut akan segera diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII.










