Tingkatkan Nilai Ekonomis Tanaman Obat, Tim PkM Fakultas Farmasi Unmas Latih Siswi SMK Saraswati 1 Denpasar Membuat Lulur Alami

IMG-20260716-WA0052
Tim PKM Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar bersama peserta workshop Di SMK Saraswati 1 Denpasar.-ist

DENPASAR-fajarbali.com | Dalam upaya mendorong generasi muda kembali ke alam (back to nature) sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif di SMK Saraswati 1 Denpasar.

Kegiatan ini mengusung tajuk utama "Upaya Peningkatan Keterampilan Pembuatan Lulur Berbahan Baku Alami dan Penyuluhan Manfaat Tanaman Obat pada Siswi SMK Saraswati 1 Denpasar".

Acara yang berlangsung di aula SMK Saraswati 1 Denpasar ini diikuti dengan antusias oleh puluhan siswi jurusan beauty and spa beserta guru pendamping. Program ini hadir sebagai bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan praktis masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan kejuruan.

Kembali ke Alam dan Kenali Manfaat TOGA

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan materi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Tim pengabdian memaparkan secara komprehensif berbagai jenis tanaman obat yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar beserta kandungan zat aktifnya yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit.

Ketua Tim PKM, apt. Ni Luh Desy Rupadani, S.Farm., M.Biomed. menjelaskan bahwa edukasi mengenai tanaman obat sangat penting ditanamkan sejak dini.

"Generasi muda saat ini kerap kali lebih mengenal produk kimia instan. Melalui penyuluhan ini, kami ingin membuka wawasan para siswi bahwa alam Indonesia, khususnya Bali, menyediakan bahan baku herbal melimpah yang jauh lebih aman, minim efek samping, dan memiliki khasiat tinggi jika diolah dengan benar," ujar Desy.

Praktis dan Interaktif: Meracik Lulur Tradisional Bermutu

Tidak hanya sekadar teori, para siswi SMK Saraswati 1 Denpasar juga diajak terlibat langsung dalam sesi workshop atau praktik pembuatan lulur tradisional. Di bawah bimbingan langsung tim ahli, siswi belajar mengenai standar kebersihan (higiene), takaran bahan yang presisi, hingga proses formulasi bahan alami seperti beras, kunyit, kopi, dan susu menjadi produk lulur yang siap pakai.

BACA JUGA:  Rembug Desa Berperan Tekan Stunting

Aktivitas ini dirancang untuk membekali siswi dengan keterampilan teknis (hard skills). Hasilnya, para siswi sukses memproduksi lulur tradisional mereka sendiri yang tidak hanya wangi dan nyaman di kulit, tetapi juga memenuhi standar mutu kosmetik rumahan yang baik.

Mendorong Potensi Wirausaha Muda
Selain aspek kesehatan, kegiatan pengabdian ini juga menitikberatkan pada peluang ekonomi kreatif. Produk kosmetik berbasis bahan alam saat ini tengah menjadi tren global dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.

Pihak SMK Saraswati 1 Denpasar memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kepala Sekolah SMK Saraswati 1 Denpasar, Gek Ayu Hendrastuti, S.Sos., M.M. menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi kurikulum sekolah.

"Kami sangat berterima kasih kepada Tim PKM Fakultas Farmasi Universitasn Mahasaraswati Denpasar atas ilmu dan keterampilan praktis yang dibagikan kepada siswi dan guru kami. Ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bekal berharga bagi anak didik kami. Kami berharap kreativitas ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa dikembangkan oleh siswi menjadi ide bisnis/wirausaha baru di bidang kecantikan herbal setelah mereka lulus nanti," tutur kepala sekolah. [rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top