Poltekkes Kemenkes Denpasar Gelar Pelatihan PMT Berbasis Pangan Lokal untuk Cegah Stunting di Desa Pejeng Kawan

IMG-20260718-WA0017
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.” ist

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh materi mengenai konsep gizi seimbang, penyebab dan pencegahan stunting, kebutuhan gizi balita, serta pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai bahan baku Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi dan praktik langsung pengolahan PMT menggunakan bahan pangan lokal seperti ubi, tempe, telur, sayuran, buah-buahan, dan komoditas lokal lainnya yang memiliki nilai gizi tinggi.

Metode pelatihan dilakukan secara partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, praktik memasak, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta.

Dengan pendekatan tersebut diharapkan kader tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menyusun menu PMT yang sehat, bergizi, menarik, dan sesuai kebutuhan balita.

Dewi Kusumayanti melanjutkan, pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu solusi berkelanjutan dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Kader Posyandu memiliki peran yang sangat strategis sebagai agen perubahan di masyarakat. Melalui pelatihan ini diharapkan mereka mampu mengedukasi keluarga, khususnya ibu balita, sekaligus mempraktikkan penyediaan PMT berbasis pangan lokal yang berkualitas sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkesinambungan,” ujarnya.

Pemerintah Desa Pejeng Kawan menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan berharap ilmu serta keterampilan yang diperoleh kader dapat diterapkan secara berkelanjutan pada setiap kegiatan Posyandu sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada ibu dan balita di desa.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top