Poltekkes Kemenkes Denpasar Gelar Pelatihan PMT Berbasis Pangan Lokal untuk Cegah Stunting di Desa Pejeng Kawan

IMG-20260718-WA0017
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.” ist

GIANYAR-fajarbali.com | Dalam upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pemberdayaan masyarakat, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.”

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026 di Kantor Desa Pejeng Kawan ini diikuti oleh kader Posyandu Desa Pejeng Kawan sebagai peserta utama. Program ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Poltekkes Kemenkes Denpasar yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang bergizi, aman, dan mudah diperoleh masyarakat.

Tim pengabdian dipimpin oleh G.A. Dewi Kusumayanti, DCN, M.Kes, bersama anggota Ni Made Dewantari, SKM, M.For. ; Ketut Lilik Arwati, S.Gz., M.Biomed, dan Ni Made Ayu Suastiti, SKM, M.Kes dengan melibatkan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Menurut Dewi Kusumayanti, stunting masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, hingga produktivitas anak di masa depan.

"Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat menjadi langkah strategis dalam mendukung upaya pencegahan stunting," jelas Dewi Kusumayanti.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh materi mengenai konsep gizi seimbang, penyebab dan pencegahan stunting, kebutuhan gizi balita, serta pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai bahan baku Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi dan praktik langsung pengolahan PMT menggunakan bahan pangan lokal seperti ubi, tempe, telur, sayuran, buah-buahan, dan komoditas lokal lainnya yang memiliki nilai gizi tinggi.

BACA JUGA:  Ketua TP PKK Gianyar Ny. Surya Adnyani Tinjau Uji Kompetensi Barista, Ciptakan Generasi Mileneal Ciptakan Usaha Sendir

Metode pelatihan dilakukan secara partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, praktik memasak, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta.

Dengan pendekatan tersebut diharapkan kader tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menyusun menu PMT yang sehat, bergizi, menarik, dan sesuai kebutuhan balita.

Dewi Kusumayanti melanjutkan, pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu solusi berkelanjutan dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Kader Posyandu memiliki peran yang sangat strategis sebagai agen perubahan di masyarakat. Melalui pelatihan ini diharapkan mereka mampu mengedukasi keluarga, khususnya ibu balita, sekaligus mempraktikkan penyediaan PMT berbasis pangan lokal yang berkualitas sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkesinambungan,” ujarnya.

Pemerintah Desa Pejeng Kawan menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan berharap ilmu serta keterampilan yang diperoleh kader dapat diterapkan secara berkelanjutan pada setiap kegiatan Posyandu sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada ibu dan balita di desa.

Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha berbasis olahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan desa.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan wujud komitmen Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Gianyar. [rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top