Jejak Prof. GSD Abadi Meski Raganya Telah Tiada

IMG-20260301-WA0003
Prof. Ir. Gede Sri Darma, ST., MM., DBA, CFP., IPU., ASEAN.Eng. semasa hidupnya. (foto/ist)

ESG mengenang, GSD selalu menekankan pentingnya akreditasi dan sertifikasi internasional. Ia memastikan bahwa Perdiknas akan mempertahankan nilai-nilai integritas, kerendahhatian, dan profesionalisme yang selama ini melekat pada sosok almarhum sebagai fondasi utama dalam mengelola lembaga pendidikan di bawah naungan Perdiknas.

"Usia biologis beliau boleh jadi hanya 57 tahun. Tapi usia historis beliau tanpa batas karena jejak peninggalannya abadi digunakan sebagai landasan penerusnya," tutup ESG.

Sebagai informasi, GSD lahir di Denpasar, 18 Februari 1969. Ia menorehkan sejarah sebagai rektor termuda di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar. Ia dilantik sebagai rektor pada 23 Februari 2005 dalam usia 36 tahun. Setahun kemudian, tepatnya 1 Juni 2006, ia dikukuhkan sebagai profesor dalam usia 37 tahun menjadikannya salah satu profesor termuda saat itu.

Atas capaian tersebut, ia menerima Piagam MURI yang diserahkan di Denpasar pada 15 April 2008. Kepemimpinannya di Undiknas berlangsung selama tiga periode, 2005–2019, dengan fokus pada modernisasi tata kelola kampus, penguatan kewirausahaan, serta akselerasi transformasi digital.

Setelah menjabat rektor, ia juga mengemban amanah sebagai Direktur Program Pascasarjana periode 2007–2019. Sebagai pengamat ekonomi, GSD dikenal aktif memberikan pandangan strategis terkait pembangunan Bali, terutama pada masa pemulihan pascapandemi.

Ia mendorong digitalisasi UMKM, penguatan wisata domestik, serta mendukung kebijakan retribusi wisatawan asing demi keberlanjutan budaya dan lingkungan Bali.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top