Deteksi Dini Bisa dengan USG Payudara

(Last Updated On: )

DENPASAR – fajarbali.com | Kanker payudara menjadi jenis kanker yang penderitanya tertinggi atau terbanyak. Tindakan preventif merupakan langkah yang tepat bagi seseorang untuk menjaga kesehatan pribadinya. Salah satu yang perlu diperiksakan secara dini bagi kaum perempuan adalah payudara, sebab kanker payudara menduduki posisi tinggi dalam jenis kasus kanker paling banyak selama ini.

 

 

Sayangnya, screening payudara lewat mamografi tidak bisa dilakukan di bawah usia 40 tahun. Namun, USG mammae atau USG payudara bisa menjawab kebutuhan kaum perempuan berusia di bawah 40 tahun.

 

“USG payudara ini bukanlah satu-satunya alat untuk mengetahui adanya kelainan di payudara secara dini. Yang dianjurkan adalah mammografi, tetapi ada beberapa syaratnya yakni tidak dianjurkan untuk digunakan oleh pasien usia di bawah 40 tahun. Jadinya USG payudara ini aman untuk usia di bawah 40 tahun,” ujar dokter spesialis radiologi, dr Pande Putu Yuli Ananda Sari SpRad.

 

Dikatakan, USG tidak semata soal urusan rahim dan kandungan. Selain untuk USG payudara, screening pemeriksaan lewat USG yakni USG kepala, USG leher, USG perut, USG panggul, USG testis, USG kehamilan, USG transvaginal. USG menjadi upaya screening yang aman untuk mengetahui lebih dini kondisi dalam tubuh, sehingga lebih cepat mengetahui gejala penyakit.

 

“Screening sebetulnya tidak perlu menunggu ada keluhan. Ini sebetulnya sangat penting, karena kadangkala tumor itu sering tanpa gejala. Saat sudah besar dan menimbulkan gangguan, baru menimbulkan gejala. Jadi lebih baik kita tahu lebih awal, dan itu bisa terlihat dengan USG,” jelasnya.

 

Dr Pande Ananda melanjutkan, pemeriksaan diri secara rutin bagi mereka yang tidak memiliki keluhan disarankan minimal satu tahun sekali. Namun bila mereka sudah memasuki masa pra-lansia dan lansia, dianjurkan untuk melakukan cek up setahun dua kali. Sayangnya, kesadaran masing-masing orang berbeda untuk melakukan pemeriksaan dini.

 

“Kita di sini mungkin bisa dibilang belum terbiasa. Biasanya kita menunggu ada keluhan dulu, baru memeriksakan diri ke dokter. Kami dari radiologi maupun RSUP Sanglah menganjurkan masyarakat untuk cek up teratur, dan screening ini penting dilakukan secara rutin. Tidak hanya pemeriksaan USG, pemeriksaan laboratorium juga perlu,” tambahnya. (dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

RSUD Buleleng Terima Pasien Suspect Corona Wiartana, Buleleng Masih Kekurangan APD

Rab Mar 11 , 2020
(Last Updated On: )SINGARAJA – fajarbali.com | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng menerima satu orang yang sudah positif atau suspect virus corona atau Covid 19. Dalam penerimaan pasien terjangkit virus mematikan itu, rumah sakit buleleng yang bukan merupakan rumah sakit perawatan terhadap pasien terjangkit virus corona (Covid 19) atau […]

Berita Lainnya