Desa Melaya Sigap Dampingi Anak Berisiko Stunting
Atas nama Bupati Jembrana, Dwipayana mengapresiasi Komisi IX DPR dan BKKBN yang sangat memperhatikan kabupaten paling barat di Bali tersebut.
Berita Daerah
Atas nama Bupati Jembrana, Dwipayana mengapresiasi Komisi IX DPR dan BKKBN yang sangat memperhatikan kabupaten paling barat di Bali tersebut.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB I Komang Daging, mewakili Pemerintah Kabupaten Karangasem, menjelaskan, percepatan penurunan stunting berlandaskan Perpres 72/2021.
Peletakan batu pertama yang dilakukan Pj Bupati Lihadnyana dalam pembangunan jembatan Bakung SINGARAJA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Perbaikan sebuah jembatan yang
“Padatnya kendaraan di Ubud sangat kita syukuri, sebab kondisi itu menjadi indikator kondisi ekonomi masyarakat lancar, perputarannya juga baik. Bisa dibandingkan saat covid-19, jalannnya lengang tapi ekonominya mandeg. Untuk itu diperlukan upaya dan solusi agar alam tetap terjaga, utamanya udara yang dihirup masyarakat setiap hari. Salah satunya adalah penyemprotan ecoenzyme,” ujar Anggota DPR RI I Nyoman Parta
Kegiatan bertajuk Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus Provinsi Bali itu, dihadiri hampir 500 warga. Edukasi menjadi hal krusial mengingat Ban merupakan desa wilayah khusus stunting.
Beberapa solusi yang mungkin diambil antara lain, dengan operasi pasar. Namun kegiatan ini tidak cukup hanya di kalangan pegawai, namun langsung ke masyarakat kecil. ‘’Operasi pasar ini memang bersifat sementara. Tapi kan masyarakat bisa merasakan bahwa pemerintah benar-benar hadir dan peduli atas masalah yang sedang menimpa rakyat,’’ ujarnya
Gaya seperti itu menjadi ciri khas Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana, di setiap pertemuan dengan masyarakat. “Yang penting substansi permasalahannya sampai. Mudah dimengerti dan melahirkan solusi,” kata Kariyasa.
Upacara pakelem atau Danu Kreti itu dijadwalkan akan dilaksanakan pada Tilem Kapat, 14 Oktober 2023 mendatang.
Para pelari datang dari berbagai belahan dunia, seperti Australia, Kanada, Selandia Baru, Prancis, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Rusia, Spanyol, Inggris, Amerika, dan Indonesia, selaku tuan rumah. Total 335 pelari dari 13 negara.
Hal tersebut merupakan ide anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana.