Atasi Kemacetan di Bandara Ngurah Rai, Operasi Ketupat Kordinasi Otoritas Bandara

Lebih Baik Mudik Sabtu

 Save as PDF
(Last Updated On: 03/04/2024)

GELAR OPERASI-Gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2024 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Operasi Ketupat Agung 2024 sudah mulai berjalan. Operasi kali ini akan difokuskan seputaran Bandara Ngurah Rai, mengingat pada kejadian Desember 2023 lalu terjadi kemacetan cukup parah hingga menuju wilayah Tol Bandara. Bahkan, sejumlah turis asing terpaksa berjalan kaki agar tidak terlambat menuju Bandara Ngurah Rai. 
 
Dalam rangka Operasi Ketupat Agung 2024, Karo Ops Polda Bali Kombes Soelistijono yang ditemui seusai apel mengatakan, pihaknya mengerahkan 2.005 personel yang terdiri dari 450 anggota Polda Bali dan 1.500 dari Polres serta 1.500 instansi terkait. Personel nantinya disebar ke pos-pos pengamanan. 
 
Diterangkanya, kawasan yang menjadi atensi khusus yakni di Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Gilumanuk. Hal ini mengingat kejadian sebelumnya terjadi kemacetan cukup parah dan viral di media sosial. 
 
“Pengalaman Operasi Lilin tahun lalu, kekroditan terjadi di Bandara Ngurah Rai. Kami sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan Otoritas Bandara dan nantinya ada langkah-langkah mitigasi seandainya terjadi kepadatan di dalam. Mitigasi di VIP 2 itu akan dibuka untuk akses jika terjadi kepadatan penumpang,” bebernya. 
 
Sementara untuk di Pelabuhan Gilimanuk, pihaknya akan mengambil langkah-langkah, seperti pada tempat kargo di bagi menjadi satu hingga empat gang diperuntukkan bagi sepeda motor dan mobil. Sedangkan untuk kendaraan besar tetap di jalur utama. 
 
“Kami akan menerapkan delay sistem di belokan Kaliakah dan dekat pelabuhan apabila terjadi kepadatan pada H-3 dan H-2 Lebaran,” sebut Kombes Soelistijono. 
 
Ia berharap agar sebagian warga mulai mudik pada hari libur Sabtu supaya tidak terjadi kedapatan. Sebab, prediksi di bandara pada H-2 juga mulai padat.
 
Sementara di Pelabuhan Gilimanuk akan disiapkan enam kantong parkir, diantaranya, km 70 sebelum pelabuhan, Pura Rambut Siwi dan di kargo. “Di Pelabuhan Padangbai tidak terjadi lonjakan signifikan karena adanya tol laut dari Pelabuhan Tanjung Wangi ke Lembar, pungkasnya. R-005 
 Save as PDF

Next Post

Jalani Pemeriksaan, Tiga Terdakwa Kasus Penipuan Jual Beli Tanah di Jimbaran Mengaku Bersalah

Rab Apr 3 , 2024
”Logika berpikirnya begini, tidak mungkin kalau tanah itu milik kita tapi diatasnamakan ke orang lain. Dari sini saja sudah kelihatan bahwa terdakwa sudah berbohong,” cecar hakim.
WhatsApp Image 2024-04-03 at 20.26.35_bfc161db

Berita Lainnya