DENPASAR-Fajarbali.com|Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar), Advokat Yuli Utomo, S.H., M.H., C.Med., menerima penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Universitas Warmadewa. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasinya, baik di bidang akademik, kancah internasional, maupun pengabdian sosial kepada masyarakat.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Dekan Pascasarjana Unwar, Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati, S.H., M.Hum., didampingi Wakil Dekan I Dr. Drs. I Made Mardika, M.Si., Wakil Dekan II Dr. Ni Nengah Seri Ekayani, S.E., Ak., M.Si., CA., serta Kaprodi Doktor Ilmu Hukum Unwar, Dr. I Nyoman Gede Sugiartha, S.H., M.H.
Pencapaian tersebut juga mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (Yayasan Shri Kesari Warmadewa), Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si.
Salah satu prestasi yang mengantarkan Yuli Utomo meraih penghargaan tersebut adalah keberhasilannya mengharumkan nama Universitas Warmadewa di kancah internasional melalui ajang Conference Future Education 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 9-10 Juli 2026.
Dalam konferensi internasional tersebut, Yuli Utomo terpilih sebagai The Best Social Media Ambassador. Ia juga meraih penghargaan The Presenter dalam ajang yang sama.
Conference Future Education 2026 merupakan konferensi internasional yang membahas berbagai isu terkait inovasi, kolaborasi, dan integrasi teknologi dalam dunia pendidikan. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 159 peserta yang terdiri dari pendidik, peneliti, serta pembuat kebijakan untuk membahas pengembangan sistem pembelajaran yang tangguh dan inklusif.
Sejumlah topik yang dibahas dalam konferensi tersebut antara lain tren dan inovasi teknologi pendidikan, pengembangan kurikulum, kesehatan mental siswa, metode penilaian inovatif, hingga transformasi digital dalam dunia pengajaran.
Yuli Utomo mengaku terkejut sekaligus bangga karena berhasil mendapatkan penghargaan tersebut setelah bersaing dengan peserta dari berbagai negara."Yang pasti saya sangat surprise. Karena dari ratusan peserta, kami ada tiga orang yang mendapat penghargaan ini. Ada saya, kemudian peserta dari Australia dan Thailand," ungkap Yuli Utomo di Denpasar, Minggu (19/7/2026).
Dalam konferensi tersebut, Yuli Utomo mempresentasikan materi berjudul "Dimensi Edukasi dan Teknologi dalam Perlindungan Hukum bagi Penyandang Gangguan Mental di Industri Pariwisata Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan di Indonesia."
Dalam materinya, ia mengangkat isu kesehatan mental yang disebutnya sebagai bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.Menurutnya, industri pariwisata melibatkan interaksi berbagai pihak, mulai dari wisatawan, pekerja, hingga masyarakat lokal yang memiliki potensi kerentanan terhadap persoalan kesehatan mental.
Ia juga memaparkan masih adanya stigma, diskriminasi, serta keterbatasan akses terhadap perlindungan hukum bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dalam kondisi tersebut, transformasi digital dan pendidikan dinilai dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat implementasi perlindungan hukum.
"Terdapat kesenjangan antara norma hukum dan praktik perlindungan ODGJ di sektor pariwisata. Perlindungan hukum tidak cukup hanya melalui regulasi. Pendidikan dan teknologi merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan efektivitas implementasi hukum. Integrasi hukum, pendidikan, dan teknologi mendukung pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan," kata Yuli Utomo.
Dalam rekomendasinya, Yuli Utomo mendorong adanya integrasi isu kesehatan mental dalam kurikulum pendidikan pariwisata. Selain itu, ia mengusulkan pengembangan platform e-learning nasional, penerapan sistem monitoring kepatuhan berbasis digital, penyusunan SOP perlindungan ODGJ di destinasi wisata, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.
Presentasi yang disampaikan Yuli Utomo kemudian dinilai oleh Prof. Dr. Ida Fatmawati Bt Adi Badiozaman, selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian Universitas Teknologi Swinburne Sarawak, Malaysia, dan Dr. Reginald Gerald Govender, pengajar Universitas KwaZulu-Natal, Afrika Selatan.
Sementara penghargaan diserahkan oleh Dr. Brian D. Beitzel, Wakil Dekan dan Profesor Sekolah Pendidikan, Ekologi Manusia, dan Studi Olahraga SUNY Oneonta, Amerika Serikat, bersama Mr. Isanka P. Gamage, Pendiri Bersama dan Direktur Pelaksana Institut Internasional Manajemen Pengetahuan (TIIKM), Sri Lanka.
"Tentunya dengan penghargaan ini saya sangat bangga dan bahagia. Karena sebagai mahasiswa dan ahli hukum bisa berprestasi di dunia pendidikan, serta turut mengharumkan nama Kampus Warmadewa," ujarnya.
Selain prestasi di tingkat internasional, penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Unwar juga tidak terlepas dari kiprah Yuli Utomo dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Di tengah kesibukannya menjalani studi doktoral dan profesinya sebagai advokat, Yuli Utomo aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Ia tercatat menjalankan peran sebagai President-Elect Rotary Club Bali Denpasar serta Ketua Yayasan Sole Family Bali yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.
Melalui yayasan tersebut, Yuli Utomo terlibat dalam berbagai kegiatan membantu masyarakat Bali, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan bagi anak kurang mampu, hingga penanganan persoalan kesehatan jiwa atau mental illness.
Atas konsistensinya dalam kegiatan kemanusiaan, Yuli Utomo juga telah menerima penghargaan Major Donor dan Paul Harris Fellow dari Rotary International.Sebelumnya, Yuli Utomo juga menerima penghargaan dalam ajang Rotary Joint District Conference 2026 yang digelar Rotary International District 3420 bersama District 3410 di Magelang, Jawa Tengah.
Dalam ajang tersebut, penerima Awarding and Regional Membership hanya berjumlah lima orang, dan Yuli Utomo menjadi salah satunya. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rotary International President's Representative Jennifer A. Scott, didampingi PDG Rodolfo Balmater dari Filipina.
Yuli Utomo mengaku cukup terkejut karena harus bersaing dengan anggota Rotary Club dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan."Saya baru satu tahun bergabung di Rotary Club Denpasar," terang Yuli Utomo yang juga merupakan advokat anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI).
Rotary Joint District Conference 2026 mengusung tema "Sustainability Through Innovation and Collaboration". Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting Rotary, di antaranya Rotary International President's Representative Jennifer A. Scott, Governor 3420 Dyah Anggraeni, serta District Governor 3410 Sanny Suharli.
Sejumlah kepala daerah juga hadir, di antaranya Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan Bupati Magelang Grengseng Pamudji, serta Direktur Taman Wisata Borobudur Mardjino Nugroho. Kegiatan tersebut turut dihadiri sekitar 500 anggota Rotary dari seluruh Indonesia serta tamu undangan dari berbagai negara.
Berbagai pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Yuli Utomo sebagai mahasiswa doktoral sekaligus praktisi hukum dan pegiat sosial. Penghargaan Mahasiswa Teladan yang diterimanya dari Universitas Warmadewa pun menjadi apresiasi atas perpaduan antara prestasi akademik, kiprah internasional, serta konsistensinya dalam kegiatan pengabdian dan kemanusiaan.
"Puji Tuhan, tentu menjadi suatu kebanggaan atas apresiasi dari kampus yang luar biasa ini. Saya akan terus melakukan kegiatan sosial dan penerapan ilmu hukum kepada masyarakat," ungkapnya.W-007









