DENPASAR-fajarbali.com | Di tengah dinamika kehidupan modern dan tantangan pengasuhan keluarga masa kini, Gerakan Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah menjadi salah satu inisiatif strategis dalam membangun keterlibatan ayah sejak awal masa pendidikan anak.
Gerakan ini merupakan bagian dari Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), salah satu quick wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui penguatan peran ayah.
Peluncuran gerakan ini tidak hanya menjadi momentum penting secara nasional, tetapi juga memiliki resonansi budaya dan spiritual yang mendalam khususnya di Bali.
Dengan filosofi kehidupan keluarga yang kuat dalam adat dan ajaran Hindu, kehadiran ayah di hari pertama sekolah membawa pesan simbolis dan praktis yang kuat tentang tanggung jawab dan peran aktif seorang purusha (laki-laki) dalam tumbuh kembang anak.
Menurut UNICEF, ketika ayah mulai membangun hubungan emosional dengan bayinya sejak dini, mereka lebih cenderung terlibat aktif dalam proses tumbuh kembang anak.
Keterlibatan ini juga berdampak positif pada kesehatan mental ayah, meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan hidup mereka dalam jangka panjang.
Kepala Pengembangan Anak Usia Dini Global UNICEF, Dr. Pia Britto menyatakan, tidak ada waktu yang lebih penting bagi perkembangan otak selain 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak, dan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa ayah memiliki peran besar dalam proses ini.










