Gerakan Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah: Menguatkan Peran Ayah dalam Pendidikan Anak dari Perspektif Adat Bali dan Ajaran Hindu

IMG-20250719-WA0008
ilustrasi-(ayah siap mengantarkan anaknya ke sekolah).

Tanggung jawab ini dikenal dengan konsep Telu Pratekaning Bapa, yakni tiga kewajiban utama seorang ayah dalam kehidupan keluarga Hindu.

Ketiga kewajiban tersebut meliputi:

Sarira Krta – Ayah bertanggung jawab menjaga kesehatan fisik dan jasmani anak. Dalam Brahma Purana, tubuh (sarira) disebut sebagai sadhana atau sarana untuk mencapai tujuan hidup dalam ajaran Catur Purusa Artha, yaitu Dharma (kebenaran), Artha (kemakmuran), Kama (kebahagiaan), dan Moksa (pembebasan spiritual).

Pranadata / Mapunya Urip – Ayah juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ketenangan dan kenyamanan secara batiniah atau psikologis bagi anak. Ini mencerminkan bahwa anak adalah bagian dari jiwa orang tuanya, sehingga ikatan emosional harus dijaga dengan penuh kasih.

Annadata – Ayah berkewajiban memberikan nafkah, merawat, serta membesarkan anak hingga tumbuh sehat, kuat, dan siap menghadapi kehidupan secara mandiri.

Dengan menjalankan ketiga kewajiban ini secara konsisten, umat Hindu diharapkan mampu membentuk keluarga yang harmonis dan bahagia (Sukhino). Peran ayah tidak hanya sebatas dalam hal materi, namun juga dalam mendidik anak agar memiliki Guna Vidya—pengetahuan, keterampilan, dan profesi yang dapat menopang kehidupan mereka kelak.

Tak kalah penting, anak juga perlu dibekali dengan Tattwa Adhyatmika, yakni pemahaman mendalam tentang nilai-nilai spiritual dan ajaran agama, sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan dengan penuh kebijaksanaan.

Dengan demikian, akan terwujud generasi suputra—anak-anak yang berbudi luhur dan menjadi pilar utama keluarga Hindu yang sejahtera lahir dan batin. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top