Gerakan Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah: Menguatkan Peran Ayah dalam Pendidikan Anak dari Perspektif Adat Bali dan Ajaran Hindu

IMG-20250719-WA0008
ilustrasi-(ayah siap mengantarkan anaknya ke sekolah).

Beberapa Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota seperti Buleleng, Gianyar dan Karangasem telah menerbitkan Himbauan Ayah/Wali Murid Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN bahkan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025 yang memberikan dispensasi khusus kepada para ayah ASN Kemendukbangga/BKKBN. 

Dispensasi ini berupa kemudahan untuk melakukan absen pagi dengan status “RL” di sistem kepegawaian, agar mereka bisa meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah tanpa beban administratif.

“Ini bukan hanya soal kehadiran fisik, tapi juga tentang memberi rasa aman, membangun kedekatan, dan menciptakan kenangan pertama yang membekas dalam ingatan anak,” tutur dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For.M.A.R.S, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali.

Bagi banyak anak, hari pertama sekolah bisa menjadi momen yang menegangkan, bertemu orang-orang baru dan lingkungan baru yang asing bagi mereka. Tapi kehadiran ayah di sisi mereka bisa menjadi sumber ketenangan luar biasa. 

Inisiatif sederhana ini adalah pengingat bahwa keluarga adalah ruang pertama dan utama dalam pendidikan seorang anak. Dan dalam ruang itu, sosok ayah bukan sekadar pelindung atau pencari nafkah, tapi juga pelaku utama dalam membentuk karakter, nilai, dan kepercayaan diri anak sejak langkah pertama mereka menuju masa depan.

Mungkin, hanya butuh satu pagi yang diluangkan, tapi bagi anak-anak itu, kenangan akan ayah yang mengantar di hari pertama sekolah akan tinggal selamanya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top