
Foto: PKKMB 2023/2024 Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Selasa (29/8/2023).
DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sejak bertransformasi dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali menjadi Universitas PGRI Mahadewa (UPMI) Bali tahun 2020 lalu, jangkuan UPMI semakin luas karena mengelola dua fakultas dengan 11 program studi (prodi).
Jika dulu hanya dilabeli kampus pencetak calon guru, kini makin meluas dengan pilihan prodi di bidang teknologi informasi di bawah Fakultas Teknik dan Informatika (FTI). Sementara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tetap berdiri kokoh sebagai cikal bakal, ditambah Prodi Bahasa Indonesia Program Magister (S2).
Bahkan, UPMI akan merancang Program Doktor Bahasa Indonesia, karena syarat-syarat telah terpenuhi, salah satunya memiliki tiga guru besar di bidangnya.
Indikator perluasan jangkauan itu berimbas pada perolehan mahasiswa baru (maba). Tahun akademik 2023/2024 ini, ratusan maba UPMI berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia. Sehingga UPMI disebut sebagai miniaturnya Nusantara.
Demikian dikatakan Rektor UPMI Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., di sela membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa (29/8) di kampus setempat.
PKKMB, kata Suarta, menjadi penting untuk menyamakan persepsi seluruh maba yang berasal dari berbagai latar belakang, pendidikan, ekonomi, suku, ras dan agama, sebelum mengenyam perkuliahan.
"Hari pertama kita berikan materi yang ringan-ringan saja. Intinya pengenalan terhadap lingkungan kampus. Pejabat-pejabatnya, dekannya, kaprodinya, dosen, pegawai, fasilitasnya serta keakraban antar-sivitas, karena meraka akan bergabung menjadi satu keluarga besar UPMI," kata Suarta.










