Unwar Tuan Rumah KNPPM 2026, Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Desa

IMG-20260910-WA0078
Pembukaan Konferensi Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KNPPM) 2026 di Universitas Warmadewa (Unwar), Kamis (10/9). foto:IGA. Adnyana.

Universitas Warmadewa (Unwar) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KNPPM) 2026.

Kegiatan nasional ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Warmadewa, ITB STIKOM Bali, dan Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali).

KNPPM 2026 berlangsung selama dua hari, 10–11 September 2026. Forum ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menghasilkan gagasan, inovasi, serta program pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan secara nyata, khususnya dalam mendukung kemandirian desa.

KNPPM 2026 mengangkat tema “Strategi Pengembangan Inklusif untuk Pengelolaan Desa Mandiri” dan diikuti oleh dosen, peneliti, mahasiswa, praktisi, serta pegiat pemberdayaan masyarakat. Kegiatan berlangsung secara hybrid dengan melibatkan 95 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi.

Dalam kesempatan tersebut juga diadakan Penandatanganan Kerja sama antara keempat Pergutuan Tinggi antara Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Warmadewa, ITB STIKOM Bali, dan Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali) terkait dengan penyelenggaraan KNPPM Tahun 2026 ini.

KNPPM 2026 turut menghadirkan dua diskusi panel yang membahas strategi pengembangan desa mandiri dan inklusif.

Diskusi Panel 1 mengangkat topik “Strategi Pengembangan dan Manajemen Perubahan untuk Desa Mandiri yang Inklusif”, menghadirkan Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D.; Dr. Yani Rahmawati dari UGM., serta Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum., Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM. Diskusi dimoderatori Dr. dr. Dewa Ayu Putri Sri Masyeni, Sp.PD-KPTI., FINASIM, Wakil Rektor Akademik, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unwar.

Sementara itu, Diskusi Panel 2 mengangkat topik “Strategi Pengembangan Inklusif untuk Kesejahteraan Desa Mandiri”, dengan narasumber Prof. Ir. Nizam, DIC., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dari UGM; Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si. dari Universitas Warmadewa; serta Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si. dari UGM. Diskusi dimoderatori oleh Dr. Yani Rahmawati dari UGM.

BACA JUGA:  Ilmuan Muda SMP Nasional Denpasar Sabet Dua Medali Emas di Ajang Internasional

Rektor Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., mengatakan penyelenggaraan KNPPM 2026 di Unwar menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi perguruan tinggi, khususnya dalam menghadirkan inovasi dan program pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Universitas Warmadewa sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi swasta di Bali mendapatkan peluang strategis untuk menjadi tuan rumah kegiatan nasional ini. KNPPM merupakan bentuk kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, Universitas Warmadewa, ITB STIKOM Bali, dan Politeknik Transportasi Darat Bali dalam memperkuat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Rektor.

Menurutnya, KNPPM 2026 menjadi wadah bagi para pengabdi untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, serta hasil penelitian dan pengabdian melalui berbagai paper yang dipresentasikan dalam konferensi.

“Harapannya, paper-paper yang dikonferensikan tidak berhenti pada forum akademik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa sebagai lokasi pengabdian. Bahkan, dampaknya diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Rektor menegaskan, Unwar selama ini terus mendorong berbagai kegiatan pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan potensi masyarakat. Sejumlah program telah dilakukan sivitas akademika Unwar, di antaranya pengembangan bangunan berbasis bambu di wilayah Gianyar, program penanganan stunting melalui edukasi nutrisi dan kesehatan masyarakat di Bangli dan Gianyar, serta pengembangan budidaya ikan dengan sistem mina padi di wilayah Tabanan.

“Berbagai pengabdian tersebut memiliki dampak dan implikasi terhadap keterlibatan masyarakat, termasuk dunia usaha. Karena apa yang dilakukan perguruan tinggi harus memiliki dampak dan mengarah pada terwujudnya desa-desa yang mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga menjadi keynote speaker, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KNPPM 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA:  BBPOM Pastikan Kuliner di PKB Aman Dikonsumsi

Ia mengatakan UGM memiliki komitmen untuk terus mengembangkan pemikiran-pemikiran alternatif dalam memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan di Indonesia.

“Kami berupaya mengajak perguruan tinggi yang menjadi bagian dari network dalam penyelenggaraan KKN. Selama ini ada 34 provinsi yang dapat kami jangkau untuk membantu masyarakat dalam transformasi pengetahuan melalui program-program yang langsung bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya berperan sebagai menara gading. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Perguruan tinggi harus memiliki tanggung jawab moral untuk memecahkan problem kemiskinan, ketimpangan sosial, dan berbagai persoalan masyarakat. Pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi harus digunakan dan dipraktikkan secara nyata di masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap KNPPM 2026 dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat kerja sama dalam riset, pengabdian kepada masyarakat, KKN, maupun pengembangan kapasitas mahasiswa.

“Semoga konferensi ini menjadi inspirasi untuk memperkuat kerja sama dan pembelajaran, kemudian secara praksis memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan riset sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan KNPPM 2026.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan desa melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya mempersepsikan kegiatan pengabdian sebagai puncak perjalanan spiritual seseorang. Karena di sana tidak ada transaksi, semata-mata ingin membangun semua komponen agar maju dan sejahtera bersama,” tuturnya.

Menurutnya, riset perguruan tinggi harus mampu mengangkat potensi yang dimiliki desa dan kemudian diterjemahkan menjadi kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Mari kita membangun bangsa ini mulai dari desa,” tegas Prof. I Ketut Adnyana.

BACA JUGA:  Mahasiswa Polkesden Diminta Jadi Agen Literasi Keuangan

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema untuk mendorong perguruan tinggi terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, antara lain pengabdian berbasis wilayah, berbasis mahasiswa, dan berbasis kewirausahaan.

Selain itu, terdapat program Kosa Bangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) yang menyasar wilayah 3T, daerah rawan bencana, serta wilayah yang menghadapi persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Pemerintah juga mendorong program Mahasiswa Berdampak dan KKN Tematik sebagai wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat bersama dosen, mengidentifikasi persoalan, serta mencari solusi berbasis pengetahuan. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top