*Nyaris 100 persen lulusan telah bekerja di instansi layanan kesehatan pemerintah, swasta, berwirausaha. Bahkan, ada yang sudah bekerja di luar negeri.
*Peran bidan sangat vital sebagai garda terdepan dalam melakukan pelayanan penurunan angka kematian ibu, serta penurunan angka stunting.
DENPASAR-fajarbali.com | Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar melaksanakan Yudisium, Pelepasan, dan Angkat Sumpah Profesi, di Aula Direktorat Kampus setempat, pada Kamis (10/9/2026).
Yudisium kali ini diikuti oleh 400 lulusan, dengan rincian 20 lulusan Program Studi Diploma III, 72 lulusan Program Studi Sarjana Terapan, 151 lulusan Program Studi Sarjana Terapan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau), dan 157 lulusan Program Studi Profesi Bidan.
Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. Bdn. Ni Wayan Ariyani, SST., M.Keb., mengatakan, hampir 100 persen lulusan tahun ini sudah terserap di pasar kerja.
Para lulusan tidak hanya bekerja di instansi layanan kesehatan pemerintah dan swasta, tetapi membuka layanan kesehatan secara mandiri (entrepreneur). Bahkan, ada beberapa lulusan juga sudah bekerja di luar negeri.
“Kami terus memotivasi para mahasiswa, agar mereka mengambil banyak peluang bekerja ke luar negeri. Karena, di luar negeri sangat banyak dibutuhkan tenaga bidan, terutama di negara Jepang, Belanda, dan Australia,” ucapnya.
Ia juga menyebutkan, peminat Jurusan Kebidanan masih cukup stabil, terutama di Bali. Apalagi, dengan peraturan baru dari Kementerian Kesehatan, bahwa mewajibkan semua bidan untuk mengikuti pendidikan profesi jika ingin membuka praktik mandiri.
“Saat ini, kami lebih banyak mendidik mahasiswa yang melanjutkan ke pendidikan profesi. Karena, ada peraturan Kementerian yang baru, bahwa bidan yang boleh membuka praktik mandiri itu harus lulusan profesi. Jadi, mereka berlomba-lomba untuk meningkatkan level pendidikannya agar bisa membuka praktik mandiri,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. Erika Yulia Ichwan, SST., M.Keb., menyampaikan, bahwa yudisium ini menjadi tanda mahasiswa sudah menyelesaikan seluruh proses pendidikan di Poltekkes Kemenkes Denpasar.
“Tentu dengan jumlah bidan yang cukup banyak ini, dan tingkat kelulusan yang sangat tinggi, ini menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi saya, karena mereka sudah lulus tepat waktu,” ujarnya.
Erika berharap, para lulusan mampu mengimplementasikan semua ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah, dengan tetap menjaga kompetensi, integritas, etika profesi, serta menjaga nama baik Poltekkes Kemenkes Denpasar. Selain itu, para lulusan ini diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam mendukung transformasi kesehatan di bidang kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, peran bidan saat ini sangat vital sebagai garda terdepan dalam melakukan pelayanan penurunan angka kematian ibu, serta penurunan angka stunting di masyarakat. “Tetaplah menjadi bidan yang dikenal bukan hanya karena melayaninya, tetapi karena kualitas dan juga kemampuan mereka dalam menunjukkan responsif serta empati terhadap masyarakat,” tegasnya.
Salah satu lulusan, Bdn. Kadek Pramesti Dwi Candrika, S.Tr.Keb., bersama Ni Putu Jayanti Prabandari Pasek, A.Md.Keb., berharap, agar gelar yang didapat ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Bali dan Indonesia pada umumnya. Ia juga berpesan, kepada para lulusan agar bisa menjadi bidan yang profesional dan kompeten ke depannya.
Adapun lulusan terbaik pada Yudisium Tahun 2026, yaitu Prodi Diploma III Ni Putu Jayanti Prabandari IPK 3,94, Prodi Sarjana Terapan Gusti Ayu Kade Laksmi Poni Darmaputri IPK 3,99, Prodi Sarjana Terapan RPL Florida Nenu Nanga Alda IPK 3,88, dan Prodi Profesi Bidan Nandita Wahyuni Dewanti IPK 4,00. [gde]










