Undhira Lestarikan Tanaman Langka, Terakreditasi UI Green Metric

(Last Updated On: )

FOTO: Berbagai tanaman langka menghiasi halaman Kampus Undhira, Dalung, Kuta Utara, Badung.

 

MANGUPURA – fajarbali.com | Memiliki areal lebih kurang tiga hektar, menjadikan Universitas Dhyana Pura (Undhira), sebagai salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) terluas di Bali.

Karenanya, Yayasan Dhyana Pura, selaku badan hukum penyelenggara pendidikan Undhira, memanfaatkan lahan bernuansa hutan mini di tengah hiruk-pikuk perkotaan.

PTS ini memiliki dua akses, pertama lewat Jalan Raya Padang Luwih, Dalung, dan Jalan Kubu Gunung, Dalung, Kuta Utara, Badung.

Begitu masuk areal kampus, mata pengunjung langsung dimanjakan dengan hamparan hijau nan asri. Mengimbangi gedung-gedung kantor dan perkuliahan yang tinggi menjulang.

Sekretaris Yayasan Dhyana Pura Dr. dr. Made Nyandra, Sp. K.J., M.Repro., FIAS., ditemui di Kampus Undhira, belum lama ini menjelaskan, pihaknya mengusung konsep pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan betul keberlangsungan alam.

Nuansa alam di lingkungan kampus, menurut Nyandra, adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. “Pembangunan infrastruktur pendidikan terus kami lakukan, tanpa mengganggu lingkungan,” kata Nyandra.

Meski demikian, Nyandra menambahkan, jenis-jenis pohon yang ditanam tidak sembarangan. Beberapa di antaranya adalah flora yang langka dan nyaris punah.

Misalnya, sentul, mundeh, juwet, dan badung yang identik dengan nama kabupaten terkaya nomor dua di Indonesia. Selai itu, ada puluhan jenis tanaman buah-buahan lokal lainnya.

Buah atau daunnya bisa dimanfaatkan warga kampus dan masyarakat umum, jika ada keperluan, khususnya bahan upakara keagamaan. “Silakan petik buahnya, asal jaga kebersihan,” pintanya.

Nyandra mengakui, mendapatkan bibit pohon langka tidak semudah membalik piring. Ia harus bolak-balik memesan ke dinas terkait dan mencari sendiri di pedagang bibit.

“Jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu yang namanya juwet, badung dan pohon langka lainnya,” imbuh pria yang pernah menjabat rektor di perguruan tinggi tersebut.

Kampus Undhira juga dilengkapi kolam yang kerap dimanfaatkan warga untuk menggelar lomba mancing, spot foto pra wedding hingga resepsi pernikahan.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Undhira Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., menegaskan, lingkungan yang asri melahirkan rasa nyaman bagi Sivitas Akademika Undhira, sehingga mendukung iklim akademik di kampus.

“Misalnya kita habis kena macet di jalan. Stres. Lalu sampai di kampus, seperti masuk hutan seketika sejuk hati dan pikiran,” kata rektor.

Senada dengan yayasan, dalam pembangunan infrastruktur, rektor memilih memanfaatkan lahan-lahan di areal samping agar tidak mengorbankan lahan hijau. Menurut rektor, Undhira telah terakreditasi UI Green Metric.

UI Green Metric atau disingkat UIGM, merupakan usaha berkelanjutan oleh kampus dalam menerapkan program dan kebijakan pada universitas dengan menggunakan konsep ramah lingkungan, ekonomi dan persamaan. (Gde)

Next Post

Hasil Evaluasi Kamtibmas Setahun, Polda Bali Tangani 4142 Kasus, 75 Persen Tuntas

Kam Des 28 , 2023
Mengalami Peningkatan Drastis
IMG_20231228_181822

Berita Lainnya