Pura Dalem Banjar Ledes Terbakar Kerugian Ditaksir Mencapai 1,5 Milyar Lebih

SINGARAJA –  fajarbali.com | Warga masyarakat yang ada di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 15.30 wita dikejutkan dengan adanya kejadian kebakaran Pura Dalem Desa Banjar yang diempon tiga desa adat yakni Desa Banjar, Desa Banjar Tegeha dan Desa Dencarik, Kecamatan Banjar yang mengakibatkan kerugian hingga Rp 1,5 milyar lebih.

 

Menurut Bendesa Adat Desa Banjar Ida Bagus Kosala saat dikonfirmasi kemarin sore di lokasi kejadian menyebutkan pihaknya saat itu sedang melaksanakan pertemuan adat yang bertempat di Pura Desa Banjar kemudian ada warga yang melaporkan kalau Pura Dalem mengalami kebakaran sehingga dirinya bersama seluruh perangkat Desa Adat meluncur ke Pura Dalem dan mendapati gedong simpen yang merupakan linggih Ida Bahatara Ciwa dan juga merupakan pelinggih paling besar sudah terbakar dibagian atasnya yang terbuat dari ijuk.

Setelah melihat gedongan terbakar pengurus desa bersama dengan masyarakat berusaha memadamkan api yang sedang membakar namun api tambah membesar dan akhirnya merembet ke beberapa pelinggih lainnya.”Awalnya kami mendapatkan informasi kalau pura dalam terbakar dan akhirnya kami langsung menuju pura dan mendapati gedong penyimpenan yang merupakan pelinggih utama sudah terbakar. Karena api saking besar merembet ke beberapa pelinggih sehingga total lima pelinggih yang terbakar. Kelima pelinggih yakni Gedong Linggih Ida Bahatara Ciwa, pelinggih penyimpangan Pura Merajapati dan Pura Argimanik, pelinggih menjangan seluang dan pelinggih pesaren.

Akibat kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian hingga Rp 1,5 milyar lebih,”kata Kosala yang juga didampingi penyarikan Desa Adat Banjar I Made Suartana. Dikonfirmasi asal api penyebab kebakaran? Kosala menuturkan api yang membakar lima pelinggih yang ada di Pura Dalem diprediksi berasal dari lahan kosong yang ada di sebelah Timur pura. Dimana kata Kosala lahan kosong milik warga yang ada di Desa Dencarik sempat dilakukan tempat membakar sampah kemudian diperkirakan api tersebut merembet ke gedongan pelinggih Bahatara Ciwa dan merembet ke beberapa pelinggih lainnya.”Saat itu kami melihat ada sampah yang terbakar disebelah Timur pura kemungkinan api yang membakar sampah itu merembet ke pelinggih gedongan yang ada di Pura Dalem dan merembet ke beberapa pelinggih yang lainnya,”jelas Kosala. Setelah mengalami kebakaran pihaknya mengakui akan segera membangun pelinggih sementara yang terbuat dari turuslumbung.

Hal itu dilakukan agar masyarakat yang akan melangsungkan upacara manusia yadnya bisa terlaksana.”Kami nantinya akan melakukan pembangunan pelinggih turuslumbung hal itu untuk memudahkan masyarakat melangsungkan upacara Manusia Yadnya,”ucapnya lagi. Setelah mengalami kebakaran pihaknya juga akan segera melangsungkan paruman (rapat) terhadap tiga desa adat pengempon pura.”Kita tanggal 26 November 2019 mendatang akan melangsungkan rapat dengan tiga desa adat yang merupakan pengempon Pura Dalem guna melakukan rehab pasca terjadi kebakaran,”tutupnya. Dilain sisi menurut Kapolsek Banjar Kompol I Made Semarajaya saat dikonfirmasi pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan dan penyelidikan tekat dengan terbakarnya Pura Dalem Desa Banjar.”Kita masih melakukan penyelidikan dulu terkait terbakarnya pura dalem,”ucapnya singkat.

Salah satu warga masyarakat yang namanya enggan disebutkan di media menerangankan bahwa kejadian kebakaran Pura Dalem bermula dari pembakaran sampah yang ada di sebelah Timur pura kemudian api merembet membakar pelinggih godong yang ada di Pura Dalem hingga akhirnya merembet ke beberapa pelinggih yang lainnya.”Kami melihat berenam api itu berasal dari pembakaran sampah kemudian merembet ke pelinggih gedongan dan kemudian ke beberapa pelinggih yang lainnya,”ucapnya. (ags).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Marak Penginapan, Warga Pulau Oby Protes

Sen Nov 25 , 2019
SINGARAJA – fajarbali.com | Lantaran lokasi Pulau Oby yang ada di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng dijadikan tempat mesum dan tempat café membuat warga masyarakat protes dengan turun kejalan dengan membawa spanduk, bener yang bertulisan memprotes akibat marak berdirinya beberapa penginapan dan café. Ratusan warga masyarakat turun kejalan mendatangi beberapa penginapan guna mendesak […]