Prof. De Su: Ibu Saya Buta Huruf, Tapi Tidak Buta Masa Depan

De Su 1

Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum. (memakai toga) usai dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UPMI Bidang Ilmu Linguistik (Wacana Sastra), Kamis (8/6/2023). 

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kamis 8 Juni 2023 pagi, Kampus Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali dibanjiri papan bunga. Dari pintu masuk hingga aula utama. "Selamat dan Sukses atas Pengukuhan Guru Besar Tetap UPMI Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum" demikian tertulis di setiap papan berhiaskan bunga aneka warna.

Para tamu undangan yang didominasi pejabat dan pimpinan perguruan tinggi pun, bergiliran menjabat tangan Suarta sambil berswafoto mengabadikan momen bersejarah dalam hidup seniman arja tersebut.

Cerita itu hanya sekelumit dari puncak-puncak kebahagiaan atas capaian De Su--sapaan karib Made Suarta, setelah menerima SK bernomor 25229/M/07/2023 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen yang ditandatangani "Mas" Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

"Terima kasih kepada kedua orangtua yang telah bersemayam damai dalam pelukan Sang Semesta. Semoga Beliau tersenyum bahagia di alam sana" petikan kalimat itu diakui paling membuat hatinya bergetar.

Kalimat itu diucapkan sesaat sebelum Guru Besar Tetap UPMI Bidang Linguistik (Wacana Sastra) tersebut membawakan orasi ilmiahnya.

Ingatannya tertarik ke lorong waktu sekitar 1982 silam, tepatnya saat sang ibu tercinta, Nyoman Rening menghadap Sang Kuasa. Di tahun itu pula, De Su yang baru berkuliah di FKIP Unud (kini Undiksha Singaraja) hampir kehilangan masa depannya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top