Ngayah, Dua Warga Banjar Roban Tertimbun Longsoran Beton

GIANYAR-fajarbali.com | Dua warga Banjar Roban Desa Bitera Kecamatan Gianyar, tertimbun longsoran material tembok, Senin (5/2/2018). Satu warga atas nama Made Runda (51) banjar asal setempat langsung dilarikan ke RS Sanjiwani karena kepalanya terkena timbunan batu dan sedang mengalami penanganan medis.



Sedangkan Wayan Suwista (48) masih tertimbun material longsor yang berupa tembok batu dan tanah. Evakuasi terhadap korban membutuhkan waktu yang lama, akibat timbunan tanah dan beton.

Sebelum kejadian, sebanyak 60-an warga Banjar Roban melaksanakan kerja bakti untuk menggali pondasi dan akan memasang sloop beton di Pura Pucak Sari, Bukit Bitera. Tembok sebelumnya setinggi lima meter dari batu kali ditempel dengan pondasi baru, sehingga memperlebar utama mandala sekitar 2 meter. Namun naas, sekitar Pukul 15.00 Wita, tanpa diduga tembok lama sepanjang 20 meter dengan tinggi sekitar 5 meter tersebut ambrol. Ambrolnya tembok lama ini diduga karena di sisi pondasi lama dibuat galian baru untuk pondasi sedalam 60 cm dengan lebar sekitar 50 cm.

Seluruh pekerja saat robohnya tembok berhasil menyelamatkan diri, namun dua orang yang terjepit antara bangunan bale sakenem tertimbun longsor. Ketut Ruta salah satu saksi mata mengungkapkan dirinya berada persis di sebelah kedua korban. Pada saat longsor, dirinya berusaha menarik korban, namun bahu kanannya yang tertimpa batu, yang memaksa dirinya untuk menyelamatkan diri. “Sebelum lari, saya sempat menarik tangan Suwista, namun bahu saya terkena batu, saya berlari, kejadiannya singkat sekali,” terang Ketut Ruta di lokasi kejadian.  



Evakuasi terhadap Wayan Suwista memakan waktu lama, mengingat tubuhnya tertimbun cukup banyak longsoran. Tim BPBD Gianyar dipimpin AA Oka Digjaya memimpin evakuasi menyebutkan medannya sempit dan material yang menimbun adalah batu beton. Sekitar pukul 16.00 Wita, sudah sempat dievakuasi, namun begitu mengangkat tubuh korban, tanah diatasnya langsung ambrol. “Ya, evakuasi tidak memungkinkan dengan alat berat, medannya sempit. Kita evakuasi dengan tenaga manual saja,” jelas Oka Digjaya.

Evakuasi dengan manual tersebut dengan mangangkat tanah dan material batu. Baik masyarakat setempat dan Tim BPBD melakukan evakuasi. Evakuasi korban baru bisa dilakukan sekitar pukul 16.55 Wita dan tubuh korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Korban langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat dan dilarikan ke RS Sanjiwani untuk dilakukan otopsi.

Wabup Mahayastra yang hadir disela-sela evakuasi tersebut mengakui kalau akhir-akhir ini Kabupaten Gianyar sedang banyak terjadi longsor. Selain Gianyar Utara yang banyak wilayah yang rawan bencana, namun dirinya tidak menyangka kalau di Bitera bisa terjadi longsor. “Ini murni alam dan kecelakaan kerja,” jelas Wabup Mahayastra. Dikatakannya, Pemkab Gianyar akan memberikan santunan baik kepada korban yang meninggal dan korban yang sedang mengalami perawatan di RS Sanjiwani. “Seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemkab Gianyar dan korban meninggal akan diberikan santunan,” jelas Mahayastra.(sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Ratusan Sopir Bus Datangi DPRD, Minta Terminal Ubung Dikembalikan Fungsinya

Sen Feb 5 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Ratusan sopir  Bus AKAP (Antar Kota Dalam Provinsi) beramai-ramai mendatangi Gedung DPRD Bali. Kedatangan para sopir yang mengatasnamakan Paguyuban Bus AKAP Bali untuk menyampaikan keluhan terkait penetapan Terminal Ubung yang sebelumnya Type A menjadi Type C.