Dari perspektif media, Wakil Pemimpin Umum 2 Harian Kompas Paulus Tri Agung Kristanto mengatakan bahwa juru bicara bukan humas, yang hanya untuk membuat alasan saja. Juru bicara bukan “tukang les”, yang jago menghindar dan juga bukan “tukang las” yang bisa menyambung-nyambungkan berbagai hal, asal menjawab pertanyaan dari publik.
Bukan juga “tukang los”, yang melepaskan informasi sekenanya. Juru bicara harus bisa menghadirkan sosok institusi dan pemimpin yang memahami persoalan dan berstrategi komunikasi, sehingga institusi dan pemimpin yang diwakilinya tak kehilangan marwahnya. [gde/rel/ant]










