Mengupas Tantangan Juru Bicara di Era Disrupsi

IMG-20260912-WA0028
Bedah buku Juru Bicara: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi, karya Prof. Marlinda Irwanti Poernomo dan Benny Siga Butarbutar MSi., di Antara Heritage Center, Jakarta, pada Jumat (11/9). foto:fb/ist/dok.

Pada kesempatan itu, Qodari juga menyampaikan keunikan dari buku tersebut yang juga membuktikan yaitu kekuatan kedua penulis, Marlinda Irwanti dan Benny Butarbutar, yang datang dari dua dunia yang berbeda, Marlinda Irwanti datang dari jalur akademik sekaligus politik: guru besar ilmu komunikasi, mantan penyiar TVRI, dan mantan anggota DPR RI. 

Sedangkan Benny Butarbutar membawa pengalaman lapangan. Lebih dari dua puluh tahun di ANTARA, pernah menjadi Managing Editor Investigative Reporting, Kepala Biro Tokyo, kemudian menyeberang ke sisi korporasi di Garuda dan Citilink, menjadi penasihat komunikasi di Bulog, Sekretaris Jenderal PERHUMAS, dan sempat duduk sebagai Deputi I di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, sebelum akhirnya memimpin kantor berita tersebut.

Buku yang diterbitkan Rajawali Pers tersebut mengulas perkembangan peran juru bicara dalam menghadapi perubahan lanskap komunikasi politik dan publik di era digital.

“Bagi saya, juru bicara bukan sekadar orang yang pandai berbicara. Peran juru bicara dapat dianalogikan seperti seorang dirigen dalam sebuah orkestra yang memiliki peranan sangat penting. Buku ini menawarkan peran juru bicara sebagai Chief Reassurance Officer, bukan orang yang membuat masalah tampak tidak ada, tetapi orang yang membuat masyarakat percaya bahwa masalah yang nyata sedang dihadapi dengan serius,” ucap Marlinda Irwanti.

Kedua penulis menempatkan buku tersebut sebagai upaya untuk melihat profesi juru bicara secara lebih luas, tidak hanya dari sisi keterampilan menyampaikan pesan, tetapi juga dari perspektif strategi, politik, etika, dan tanggung jawab kepada publik. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top