Keutuhan dan Persatuan Bangsa di Atas Segalanya

Hadapi perbedaan warna politik dengan tetap mengedepankan keutuhan persatuan bangsa.

 Save as PDF
(Last Updated On: 12/02/2024)

Gede Ngurah Ambara Putra

DENPASAR-fajarbali.com | Pemilu 2024 tinggal dua hari lagi. Di masa tenang ini, tokoh masyarakat Gede Ngurah Ambara Putra, berharap situasi tetap kondusif dan masyarakat bisa memanfaatkan waktu untuk memilih kandidat pemimpin-pemimpin terbaik bangsa.

Ambara Putra mengimbau masyarakat untuk menghadapi perbedaan warna politik dengan tetap mengedepankan keutuhan persatuan bangsa.

“Saya juga berharap masyarakat dapat menggunakan hak politiknya dalam Pemilu 2024 untuk mencoblos di TPS masing-masing dan merayakan pesta demokrasi ini dengan suasana riang gembira serta menegaskan bahwasanya perbedaan pilihan politik semestinya mestinya tidak mengerucut menjadi suatu perpecahan,” kata Ambara Putra di Denpasar, Minggu (11/2/2024).

Ia melanjutkan, partisipasi aktif dari masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS), secara tidak langsung telah memberikan dukungan kepada para penyelenggara Pemilu 2024 yang telah bertugas mengawal persiapan dan pelaksanaan pesta demokrasi di Bali dengan sebaik-baiknya.

Ambara Putra kembali mengingatkan agar tidak terjadi golongan putih alias golput. Golput identic dengan sikap cuek, apatis, atau tidak mau cawe-cawe dengan kondisi politik; akhirnya tidak memilih untuk berangkat ke TPS untuk mencoblos.

“Memang golput ini selalu ada di setiap pemilihan umum atau kepala daerah. Tapi saya berharap jumlahnya makin sedikit karena kesadaran masyarakat semakin tinggi,” ujarnya.

Partisipasi politik masyarakat di bilik suara, lanjut dia, pada hakikatnya menentukan arah dan kebijakan politik pemerintahan mendatang. Sehingga sangat disayangkan jika tidak menggunakan hak pilih masing-masing. (gde)

 

 

 Save as PDF

Next Post

Menteri PPPA Beri Kuliah Umum di Unwar : "Perempuan Hebat Hasilkan Generasi Hebat"

Sen Feb 12 , 2024
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi wadah untuk bertukar pikiran dan pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menggerakkan langkah-langkah konkret menuju masyarakat yang lebih adil dan inklusif bagi perempuan dan anak-anak di Indonesia.
KULIAH UMUM BINTANG

Berita Lainnya