Waspada Berkendara! Lakalantas Picu Kemiskinan

Ajufri

FOTO: Abubakar Aljufri

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Selain kesedihan mendalam, kecelakaan lalu lintas (lakalantas) juga meninggalkan kemiskinan bagi keluarga, bila si korban adalah tulang punggung perekonomian.

Data tim kerja sama antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia tahun 2020, menyebut, 48 persen korban lakalantas yang meninggal dunia atau luka berat berusia produktif, 20-49 tahun.

Sebanyak 62,5 persen korban meninggal dunia, keluarganya menjadi miskin. Sedangkan luka berat sebesar 20 persen (menjadi miskin). Demikian dikatakan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali Abubakar Aljufri, kepada awak media, di kantornya, Rabu (6/12/2023).

Untuk itu, Abubakar mewanti-wanti mengimbau pengendara kendaraan bermotor untuk waspada dan mengutamakan keselamatan. "Keselamatan di atas segalanya," tegas Abubakar.

Ia melanjutkan, PT Jasa Raharja Cabang Bali mencatat terjadi peningkatan pembayaran santunan hingga November 2023 sebesar 20,92 persen dari bulan yang sama pada tahun 2022 sebelumnya.

"Di sisi lain, kami sangat bersyukur selama 2 tahun bertugas di Bali belum pernah menerima keluhan atau komplain karena bekerja cepat, jemput bola melayani korban," imbuhnya.

Pihaknya mengaku selama ini terus menjaga kinerja dan layanan Jasa Raharja Cabang Bali. Disebutkan pembayaran santunan Jasa Raharja Cabang Bali sampai November 2023 sudah mencapai Rp63.926.321.432, jika dibandingkan dengan November 2022 sebesar Rp52.865.405.785 atau naik 20,92 persen.

Dikatakan pertumbuhan pembayaran santunan sampai November 2023 naik 20,92 persen menjadi tugas bessr Jasa Raharja Cabang Bali, karena juga masuk 10 besar angka kecelakaan tertinggi yang terjadi di Provinsi Bali. Dijelaskan usia rata-rata penerima santunan tertinggi di usia produktif (25-65 tahun) 41,12 persen.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top