Vaksinasi Gotong Royong Alternatif Percepat Pemulihan Ekonomi

Denpasar-fajarbali.com | Pandemi Covid-19 di Indonesia belum menujukkan tanda-tanda berakhir. Lebih dari setahun aspek kesehatan, ekonomi, pendidikan dan pariwisata anjlok akibat pandemi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengakhiri pandemi, yang terbaru program vaksinasi gotong royong diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat.


Praktisi Ekonomi, I Wayan Ramantha mengatakan, aspek ekonomi dan kesehatan tidak bisa dipisahkan dan harus berjalan beriringan. Karenanya, vaksinasi gotong royong menjadi salah satu alternatif mempercepat pemulihan ekonomi. “Program vaksinasi secara mandiri itu akan menyelaraskan perbaikan ekonomi dan kesehatan masyarakat secara bersamaan,” ujarnya, Minggu (6/6/2021).

Ia menilai bahwa vaksin gotong royong memang bukan metode penanggulangan pandemi yang murah, namun manfaat dan dampak vaksinasi yang diperoleh lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan.

“Sebenarnya tidak menjadi mahal kalaupun perlu membayar, itu merupakan investasi apapun metodenya apalagi gotong royong sama-sama itu akan mempercepat pemulihan ekonomi,” terangnya.

Baca Juga :
Suradnyana Dukung Penglolaan Sampah Berbasis Sumber
Bakti Sosial TNI AL di Buleleng, Diharapkan Berjalan Secara Berkelanjutan

Ramantha menyampaikan jika program vaksinasi gotong royong salah satu solusi untuk membantu mempercepat capaian “herd immunity” atau kekebalan kelompok. “Yang terpenting sekarang ini adalah upaya akselerasi atau percepatan ‘herd immunity’ atau kekebalan kelompok dan program vaksinasi gotong royong merupakan salah satu solusinya,” katanya.

Ia juga berharap akan makin banyak pekerja yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 melalui program vaksinasi gotong royong. Menurut dia, program vaksinasi bagi para pekerja bermanfaat mendukung psikologis mereka saat melaksanakan tugas-tugasnya sebagai karyawan. “Setelah mendapatkan vaksinasi mereka akan makin tenang dalam bekerja dan hal ini akan dapat berpengaruh positif bagi perusahaan tempat mereka bekerja,” imbuhnya.

Akan tetapi, Ramantha mengingatkan agar mereka yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 untuk tetap memperkuat protokol kesehatan. “Perlu dilakukan sosialisasi yang masif untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga protokol kesehatan meskipun sudah mendapatkan vaksinasi,” tandasnya.

Mengutip Permenkes nomor 10 tahun 2021, pendanaan vaksinasi gotong royong dibebankan pada perusahaan atau badan usaha yang menaungi pekerja. Program vaksinasi ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyelaraskan perbaikan ekonomi dan kesehatan masyarakat secara bersamaan. Vaksinasi gotong royong ini diharapkan mempercepat tercapainya kekebalan komunitas 181,5 juta rakyat Indonesia. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

RSU Negara Luncurkan Dokter Sayang

Sel Jun 8 , 2021
NEGARA – fajarbali.com | RSU Negara meluncurkan program inovasi Dokter Sayang (Dokumen Terlengkap Saat Bayi Pulang). Program ini untuk memudahkan masyarakat, terutama saat persalinan. 
BPD BALI