Edukasi Persiapan Persalinan dan Penanganan Komplikasi pada Ibu Hamil, Upaya Wujudkan Persalinan Aman dan Terencana

IMG-20260804-WA0005
Pengabdian bertajuk "Edukasi Persiapan Persalinan dan Penanganan Komplikasi pada Ibu Hamil Menuju Persalinan yang Aman dan Terencana di Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar” oleh Poltekkes Kemenkes Denpasar. (Foto: dok/ist)

GIANYAR-fajarbali.com | Kesehatan ibu sampai saat ini masih menjadi masalah serius yang harus ditangani. Hal ini disebabkan karena masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yang terjadi akibat komplikasi kehamilan, persalinan maupun pasca persalinan.

Umumnya 80-90% kehamilan akan berlangsung normal dan hanya 10-12% kehamilan disertai dengan penyulit atau berkembang menjadi kehamilan komplikasi.

Kehamilan komplikasi sendiri tidak terjadi secara mendadak karena kehamilan mengingat efeknya terhadap organ tubuh berlangsung secara bertahap.

Ibu yang mengalami komplikasi kehamilan memiliki risiko mengalami kematian ibu lebih besar bila dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami komplikasi kehamilan.

Pada dasarnya komplikasi tersebut dapat dicegah atau diobati, komplikasi ini dapat terjadi sebelum kehamilan dan memburuk dalam proses kehamilan terutama jika tidak tertangani dengan baik.

Komplikasi kehamilan, seperti perdarahan hebat, preeklamsia, dan infeksi, sering kali akibat efek domino dari fenomena 3 Terlambat (3T). Ketika tanda bahaya muncul, ketidaktahuan atau keraguan keluarga dalam mengambil keputusan menjadi hambatan pertama (terlambat mengenali bahaya).

Hal ini diperparah oleh kendala geografis, transportasi, maupun biaya saat mencoba menjangkau fasilitas kesehatan (terlambat sampai di tempat rujukan). Puncaknya, nyawa ibu semakin terancam apabila sesampainya di rumah sakit, penanganan medis darurat tertunda akibat keterbatasan alat, obat, atau tenaga ahli (terlambat mendapat penanganan).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top