BULELENG-fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng terus menggencarkan upaya percepatan penurunan stunting melalui intervensi langsung kepada kelompok sasaran. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyaluran bantuan makanan tambahan bagi balita terdampak stunting dan ibu hamil. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Jumat (24/4/2026) sebagai bagian dari komitmen pemenuhan gizi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan diberikan kepada 81 penerima yang terdiri dari 19 balita terdampak stunting, 19 balita kategori kurang gizi, serta 43 ibu hamil. Selain itu, disalurkan pula 100 dus paket makanan tambahan untuk balita dan 50 dus untuk ibu hamil. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga pemerintah kelurahan.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima. Hal ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal demi mewujudkan generasi bangsa yang gemilang,” ujar Wabup Supriatna.
Wabup Supriatna menjelaskan, program pemberian makanan tambahan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk PKK dan GOW, dengan sasaran ibu hamil serta anak berisiko. Penanganan juga diperkuat melalui basis data dan pemantauan langsung di lapangan, di mana hasil SSGI menunjukkan angka sekitar 13 persen, sementara pendataan Dinas Kesehatan mencatat sekitar 3,35 persen.










