AMLAPURA-fajarbali.com | Pengendalian stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor, sebab persoalan gizi buruk pada anak ini dipicu oleh faktor yang sangat kompleks. Dalam hal ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar, sebagai lembaga pendidikan tinggi bidang kesehatan pun mengambil peran.
Para dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar, Ni Luh Putu Sri Erawati, S.Si.T, MPH, selaku ketua pengabdi, bersama dua anggota; Dr. Ni Wayan Ariyani, SST., M. Keb., Ni Ketut Somoyani, SST., M.Biomed., dibantu mahasiswa dan Bidan UPTD Puskesmas Sidemen, Karangasem menginisiasi "Kelas Ibu".
"Tujuannya kita ingin mencegah stunting dari hulu, yakni ibu hamil dengan meingkatkan pengetahuan mereka tentang gizi," jelas Sri Erawati.
Menurut Sri Erawati, setiap tahun dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes wajib melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan berbagai skema.
Pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidemen pada tahun ini, merupakan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berjudul “Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting melalui Kelas Ibu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tahun 2025”.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil melalui kelas ibu dalam Upayan mencegah kejadian Stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidemen. Untuk mencapai tujuan tersebut, prioritas solusi yang dilakukan adalah edukasi gizi pada kelas ibu.
"Kegiatan pengabdian dimulai dari pengurusan ijin sampai pelaporan kegiatan, dilaksanakan dari bulan Mei - November 2025," ujarnya.










