86 Lulusan Fakultas Sains dan Teknologi UNR Terserap Dunia Kerja, Dekan Sampaikan Pesan Mendalam!

IMG-20260919-WA0018
Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Ngurah Rai (UNR) menggelar Yudisium/Pelepasan Calon Sarjana Teknik Sipil dan Arsitektur serta Pelantikan Insinyur Program Profesi Insinyur, di Auditorium UNR, pada Sabtu (19/9/2026). foto: fb/gde

*Keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh besarnya cita-cita, tetapi oleh kebiasaan baik yang dibangun setiap hari. 

*Jika jatuh tujuh kali, maka bangkit delapan kali. 

*FST UNR tengah menggodok Prodi Magister Teknik.

DENPASAR-fajarbali.com | Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Ngurah Rai (UNR) menggelar Yudisium/Pelepasan Calon Sarjana Teknik Sipil dan Arsitektur serta Pelantikan Insinyur Program Profesi Insinyur, di Auditorium UNR, pada Sabtu (19/9/2026). 

Pada periode ini, FST UNR melepas sebanyak 86 lulusan, dengan mengusung tema “Engineering the Sustainable Future: Inovasi, Integritas, dan Harmoni Tri Hita Karana Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah pesan dan identitas bagi lulusan FST UNR.

Para lulusan berasal dari Prodi Teknik Sipil sebanyak 41 orang, Prodi Arsitektur 19 orang, serta Program Profesi Insinyur 26 orang. Adapun IPK tertinggi dari Prodi Teknik Sipil yaitu 3,82, dan Prodi Arsitektur 3,92.

Dekan FST UNR, Dr. Ir. Putu Doddy Heka Ardana, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengungkapkan, 100 persen lulusan tahun ini sudah terserap di dunia kerja. Sementara itu, dua program studi yakni Teknik Sipil dan Arsitektur sudah terakreditasi unggul. 

“Prodi Program Profesi Insinyur sedang berproses untuk akreditasi pertama. Harapan kami kepada lulusan, semoga mereka bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi dunia konstruksi di Bali dan Indonesia pada umumnya,” ucapnya didampingi Wakil Dekan Dr. Ir. Ni Kadek Astariani, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. 

Doddy menekankan, tantangan insinyur dan arsitek dinilai tidak hanya mampu menghitung struktur, merancang bangunan, mengelola proyek, atau menggunakan teknologi. Melainkan membutuhkan keteknikan yang mampu menjawab pertanyaan yang lebih besar. 

"Apakah karya kita memberi manfaat bagi manusia? Apakah pembangunan kita menjaga alam? Dan apakah kemajuan yang kita ciptakan tetap berada dalam harmoni?," tegas dekan.

BACA JUGA:  Persiapan Digitalisasi, Direktur SD Kemendikbudristek RI Kunjungi Buleleng

"Di sinilah filosofi I’M FST menjadi penting untuk menjawab tantangan tersebut," imbuh Doddy. Ia merinci filosofi I'M FST menjadi penting karena mengandung makna Innovative (berani menciptakan solusi baru), Moral (menjunjung integritas dan etika), Forward-thinking (berpikir jauh ke depan), Sustainable (membangun dengan memperhatikan keberlanjutan) serta Trustworthy (menjadi pribadi yang dapat dipercaya).

Dan, yang terpenting seluruh nilai tersebut harus berakar pada Tri Hita Karana: harmoni dengan Tuhan, harmoni dengan sesama manusia, dan harmoni dengan alam.

Dekan Doddy melanjutkan pesan mendalam yang diharapkan menjadi bekal buat lulusannya. Ia menekankan, bertambahnya gelar harus sejalan dengan peningkatan kapasitas, integritas, tanggung jawab, manfaat dan dampak kepada masyarakat. 

Doddy mengungkap bahwa kunci kesuksesan sangat sederhana, yakni membangun kebiasaan baik. Mengutip pernyataan James Clear dalam Atomic Habits mengingatkan: “You do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems.” Artinya, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh besarnya cita-cita, tetapi oleh kebiasaan baik yang dibangun setiap hari. 

"Jangan hanya bercita-cita menjadi insinyur atau arsitek yang hebat. Bangun kebiasaan untuk bekerja dengan disiplin, belajar terus-menerus, menjaga integritas, menghormati orang lain, dan memberikan solusi yang bermanfaat. Karena itu, setelah hari ini, jangan berhenti belajar. Jadikan belajar sebagai kebiasaan. Jadikan integritas, inovasi dan memberi manfaat sebagai kebiasaan," ungkap dia. 

Kedua, ia meminta lulusannya menjadi pribadi yang resilien. Dalam kehidupan dan dunia profesi, tidak semuanya akan berjalan sesuai rencana. Akan ada kegagalan, penolakan, kesulitan dan tantangan. Ketika suatu saat menghadapi kegagalan, ia menyarankan mengingat filosofi Jepang: “Nana korobi, ya oki” — jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali. 

BACA JUGA:  HUT ke-39 YKKPB Usung “Continuing An Amazing Journey”

"Jangan takut jatuh. Yang penting adalah selalu memiliki keberanian untuk bangkit, belajar, dan melangkah kembali. Karena pada akhirnya, dunia tidak hanya akan bertanya seberapa tinggi gelar yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan," tegasnya.

"Jadilah lulusan Teknik Sipil, Arsitektur dan Insinyur yang bukan hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi membangun peradaban," imbuh Doddy .

Masih kata Doddy, FST UNR juga terus membuka diri kepada dunia internasional melalui internship program CESI yang diikuti Maxime Allo dan Enzo, kolaborasi riset dengan Yamanishi University Jepang, serta peningkatan publikasi dosen hingga menembus jurnal Q1, Q2 dan Q3.

Di bidang prestasi mahasiswa, FST UNR juga meraih Juara III Nasional Arsitektur. Di bidang penelitian, salah satu Dosen FST UNR memperoleh Hibah Penelitian PFR DRPM Dikti, dan satu dosen menjadi salah satu anggota penerima hibah Kosabangsa. Hal yang tidak kalah penting, yaitu capaian kelulusan tahun 2026 telah memenuhi target yang ditetapkan.

Sementara itu, Rektor UNR, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.M., M.Hum., mengaku bersyukur atas capaian sejumlah prestasi yang diraih oleh FST UNR. Salah satunya yaitu akreditasi unggul yang diperoleh Prodi Teknik Sipil dan Arsitektur. Atas raihan tersebut, ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap UNR khususnya FST semakin tinggi.

“Dengan manajemen yang bagus dari seluruh civitas akademika, dan dekanat dari FST UNR, mereka memperoleh raihan akreditasi unggul untuk ke dua prodi. Sementara, untuk Program Profesi Insinyur sedang berproses untuk mengajukan akreditasi. Astungkara, Program Profesi Insinyur juga memperoleh hasil yang terbaik,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan tinggi di bidang teknik, UNR tengah merancang Prodi Magister Teknik. Prodi ini dinilai relevan dengan konsistennya peminatan keilmuan teknik. 

BACA JUGA:  Kunjungi Pameran Lukisan HUT ke-61 FK Unud, Pastika Terpukau

Tahun 2026 menjadi tahun yang membanggakan bagi FST UNR. Di mana, salah satu dosen atas nama Dr. Ir. I.B.G. Indramanik, ST., MT., berhasil meraih gelar Doktor. Kualitas sumber daya manusia (SDM) juga dosen terus diperkuat, termasuk perjalanan akademik Ayu Utari Partami Lestari dan Made Mariada Rijasa sedang menuju jenjang doktoral. [gde]

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top