Dari Kintamani untuk Dunia, Proyek Karbon Desa Catur Resmi Masuk Registri Nasional dan Bidik Pasar Jepang

Sinergi-hulu-hilir-kopi-organik-Kintamani-berbasis-ekonomi-hijau
Sinergi hulu-hilir kopi organik Kintamani berbasis ekonomi hijau.

Sinergi dari bibit hingga cangkir ini terbukti mampu mengantarkan produk kopi organik Kintamani menembus pasar ekspor premium, termasuk memenuhi permintaan pasar Jepang dan menjadi pemasok bagi jaringan global seperti Starbucks. Momentum ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan musim panen raya kopi Kintamani 2026. Keberhasilan komersial tersebut pada akhirnya digunakan kembali untuk mendanai program CSR dan memperkuat tata kelola bisnis berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Melalui model Living Laboratory of the Future Coffee Economy yang diterapkan di Desa Catur, kolaborasi ini membuktikan bahwa perlindungan iklim dan kesejahteraan ekonomi dapat berjalan beriringan. Proyek Pemulihan Kintamani tidak hanya berhasil memitigasi dampak perubahan iklim global, tetapi juga menginspirasi lahirnya generasi baru petani yang mandiri, inklusif, dan tangguh, dengan memegang teguh prinsip universal: No One Left Behind—tidak ada satu pun yang ditinggalkan.

Strategi Petani Kopi Desa Catur Jaga Keberlanjutan Lingkungan dan Bidik Pasar Global

Kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan kian tumbuh di kalangan petani kopi lokal. Desa Catur, Kintamani, kini menjadi salah satu episentrum percontohan di mana tradisi subak bersanding erat dengan tata kelola agribisnis modern. Melalui penerapan prinsip-prinsip lingkungan dan manajemen produksi yang terukur, para petani di wilayah ini berkomitmen penuh untuk meningkatkan mutu komoditas kopi lokal demi memenuhi ekspektasi pasar yang kian dinamis.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top