Secara global, Coop Coffee Foundation bergerak aktif mengusung misi Zero Carbon. Berbagai program hilirisasi lingkungan diintegrasikan di Desa Catur, mulai dari pembuatan biochar alami, pengolahan pupuk organik dari limbah kopi, pengelolaan sampah, pembibitan, hingga literasi keuangan hijau bermitra dengan Agen46 BNI. Tidak kalah penting, yayasan ini menaruh perhatian besar pada isu Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) melalui pemberdayaan kelompok wanita tani (Women Empowerment).
Founder Coop Coffee Foundation, Reza Fabianus, menegaskan bahwa membangun kesadaran akan lingkungan hijau dan ekonomi rendah karbon membutuhkan proses edukasi yang konsisten, terutama kepada kelompok tani dan generasi muda. Namun, lewat komitmen yang kuat, upaya tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata di lapangan melalui ekosistem yang terintegrasi.
“Salah satu perhatian dan strategi agar program inklusi dan ekonomi kreatif ini tidak mati suri dan bisa terus berjalan mandiri oleh petani kopi di Desa Catur adalah dengan membuat produk kopi berkualitas super, bercita rasa tinggi, dan memiliki pasar. Sehingga tercipta sustainability di masa depan yang dampaknya dirasakan petani kopi Desa Catur, salah satunya juga dengan produk kopi berkualitas sehingga ekonomi kreatif masyarakat terangkat ke pasar lebih luas,” terang Reza.
Dalam operasionalnya, keberlanjutan ekosistem ini ditopang oleh pembagian peran yang sinergis antara Coop Coffee Foundation di sektor hulu dan PT Koop Kopi Indonesia di sektor hilir. Yayasan (NGO) berfokus pada penguatan kapasitas petani, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pembibitan (nursery), hingga digitalisasi pelacakan dampak lingkungan. Sementara itu, PT Koop Kopi Indonesia bertindak sebagai mitra komersial yang menjamin penyerapan hasil panen, menjaga standar kualitas pascapenen, dan membangun rantai pasok yang transparan.










