Coop Coffee Foundation Dorong Literasi Karbon Inklusif Bagi Perempuan Petani di Desa Catur

2026-08-24-at-23.34.41
Perempuan petani kopi Desa Catur dibekali pemahaman pentingnya fungsi penyerapan emisi sekaligus teknis perhitungan karbon secara manual langsung dari lahan sendiri. (FB/Dartha)

Program Manager Blended Finance Scheme Coop Coffee Foundation, Sascha Poespo, menyampaikan bahwa vegetasi agroforestri kopi memegang peran ganda. Pohon penaung dan tanaman kopi bukan hanya penopang produksi dan ekosistem lokal, melainkan juga unit penyerap dan penyimpan karbon dioksida di alam.

Melalui pendekatan pengukuran manual yang praktis, petani kini dilatih mendata potensi penyerapan tersebut berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Langkah ini dipandang mendasar agar tata kelola karbon yang terbangun di tingkat tapak bersifat transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan (measurable and verifiable).

Sascha menekankan peran krusial kaum perempuan yang berada di garis depan pengelolaan kebun dan pengambilan keputusan keluarga. Menurutnya, literasi karbon tidak boleh berhenti pada lembaga pendamping semata, melainkan harus dikuasai oleh perempuan yang berinteraksi langsung dengan ekosistem pertanian saban hari.

“Karbon bukan sesuatu yang jauh dari petani. Karbon ada di kebun mereka, di pohon yang mereka tanam, di tanah yang mereka jaga, dan di sistem agroforestri yang mereka rawat. Kami ingin perempuan petani bukan hanya menjadi penjaga kebun, tetapi juga menjadi penjaga nilai,” tegas Sascha.

Sascha menambahkan bahwa edukasi teknis pengukuran wajib mendahului tahap perdagangan karbon agar posisi tawar petani menguat dalam rantai nilai global. Model pertanian kopi Kintamani diharapkan mampu menghasilkan komoditas berkualitas tinggi sekaligus nilai ekologis yang terekam secara ilmiah.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top