DENPASAR-fajarbali.com | Sabtu 14 Maret 2026, bertempat di Kampus ITB STIKOM Bali, Denpasar, menjadi momentum bersejarah bagi umat Hindu. Bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Wayang, terbentuk sebuah wadah bernama Majelis Pendidikan Hindu Indonesia (MPHI) secara nasional.
MPHI, wadah yang berbentuk perserikatan itu, bertujuan untuk menyuarakan pendidikan berbasis Hindu. Kelahiran MPHI berawal dari rasa "jengah" karena ketiadaan organisasi berbasis Hindu dalam forum pendidikan nasional.
Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Pembentukan MPHI I Made Gede Saskara. Saskara mengungkapkan sekitar setengah abad pendidikan Hindu tidak memiliki wadah di tingkat nasional. Praktis, tidak ada yang dapat disuarakan karena non organisasi.
Atas pemikiran itu, kemudian lahir MPHI yang dikukuhkan struktur organisasinya melalui forum group discussion (FGD) di Gedung Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, ITB STIKOM Bali.
Saskara menambahkan, di tingkat pusat ada Badan Musyawarah Perguruan Swasta yang bediri sejak tahun 1971. Sepanjang periode tersebut, pendidikan Hindu tidak panggung untuk bersuara.
“Saudara-saudara kita seperti NU, Muhamadiah, Ma’arif, Majelis Pendidikan Kristen (MPK) itu kan sudah mapan. Meski sudah tertinggal 52 tahun, tapi momen ini menjadi langkah baru untuk menyuarakan pendidikan berbasis Hindu di tingkat nasional. Jadi berawal dari rasa 'jengah' ya," ungkap Saskara.
MPHI, lanjut Saskara, beranggotakan pengelola yayasan pendidikan yang mengelola unit dari Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi. Pasca terbentuk, pengurus akan mengembangkan kepenguruaan secara nasional.










