KARANGASEM-fajarbali.com | Seraya Culture Fest (SCF) #5 kembali digelar selama tiga hari, 5–7 November 2026. Mengusung tema “Harmony of Art, Tradition, Nature & Culture”, festival yang berlangsung di Lapangan Ki Kopang dan Pantai Bias Lantang Desa Seraya, Karangasem, ini menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, pelestarian tradisi, hingga aksi sosial.
Ketua Panitia Seraya Culture Fest #5, I Wayan R. Supertama, Selasa (3/11/2026), mengatakan festival tahun ini mengangkat potensi alam dan budaya Seraya, sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui keterlibatan berbagai komunitas, organisasi, dan instansi. Sejumlah kegiatan yang digelar di antaranya yoga bersama Komunitas Yoga Karangasem, donor darah, serta penyerahan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Supertama menyebut tradisi Gebug Ende Seraya tetap menjadi ikon utama dalam pelaksanaan festival. Tradisi turun-temurun masyarakat Desa Adat Seraya tersebut dipercaya sebagai ritual untuk memohon turunnya hujan saat musim kemarau panjang. “Gebug Ende Seraya tetap menjadi kegiatan utama yang kami pertahankan. Tradisi ini merupakan warisan leluhur masyarakat Seraya yang harus terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda,” ucapnya.
Tradisi Gebug Ende Seraya akan digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 Wita. Selain itu, festival diisi dengan kegiatan yoga, Fun Fishing untuk memperkenalkan potensi alam dan laut Desa Seraya, serta Lomba Tari Bali sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Bali.









