Seraya Culture Fest Kembali Digelar, Pertahankan Tradisi “Gebug Ende Seraya” Jadi Magnet Utama

1000552580-1
Gebug Ende Seraya yang menjadi ikon penyelenggaraan Seraya Culture Fest #5 yang digelar 5-7 November 2026 di Lapangan Ki. Kopang dan Pantai Bias Lantang, Desa Seraya, Karangasem.

Melalui penyelenggaraan Seraya Culture Fest #5, dia berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang hiburan dan apresiasi seni, tetapi juga menjadi wadah pelestarian tradisi Gebug Ende Seraya.

Sementara itu, Kelian Desa Adat Seraya, I Made Salin, mengatakan, festival ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun di Desa Adat Seraya. Salah satu tradisi yang menjadi daya tarik utama dalam festival tersebut adalah Gebug Ende Seraya. “Ini menjadi ikon Seraya. Gebug Ende tidak ada selain di Seraya. Tradisi ini merupakan satu-satunya yang dimiliki desa kami,” terangnya.

Dijelaskan, Gebug Ende Seraya merupakan tradisi khas masyarakat Desa Adat Seraya yang hingga kini masih lestari. Tradisi tersebut dipercaya sebagai salah satu sarana memohon turunnya hujan ketika musim kemarau tiba.

Melalui penyelenggaraan festival ini, dia berharap dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM. Selain itu, festival ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru yang berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karangasem. “Kami berharap festival ini membawa manfaat bagi banyak orang, terutama dapat menggeliatkan ekonomi masyarakat melalui pameran UMKM. Ke depan, kami juga berharap kegiatan ini berdampak terhadap kunjungan pariwisata di Karangasem,” paparnya. (Car)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top