Seraya Culture Fest Kembali Digelar, Pertahankan Tradisi “Gebug Ende Seraya” Jadi Magnet Utama

1000552580-1
Gebug Ende Seraya yang menjadi ikon penyelenggaraan Seraya Culture Fest #5 yang digelar 5-7 November 2026 di Lapangan Ki. Kopang dan Pantai Bias Lantang, Desa Seraya, Karangasem.

Kegiatan lainnya berupa aksi sosial yang menjadi bagian dari rangkaian festival melalui aksi donor darah dan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak kurang mampu.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat festival, tidak hanya dalam pelestarian tradisi dan budaya, tetapi juga dalam meningkatkan kepedulian dan solidaritas sosial masyarakat.

Supertama menjelaskan, dalam festival Kali ini mengangkat tema “Harmony of Art, Tradition, Nature & Culture” yang mengandung pesan tentang pentingnya menjaga keselarasan antara seni, tradisi, alam, dan budaya.

Keempat unsur tersebut saling berkaitan dan menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas serta kehidupan masyarakat. “Seni, tradisi, alam, dan budaya tidak dapat dipisahkan. Seni menghidupkan tradisi, tradisi menjaga akar budaya, alam menjadi sumber kehidupan sekaligus inspirasi, sedangkan budaya menyatukan seluruh nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Melalui tema tersebut, festival diharapkan mampu mendorong kreativitas masyarakat tanpa menghilangkan warisan leluhur. Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga kelestarian alam sebagai bagian penting dari kehidupan dan kebudayaan.

Festival tersebut rencananya dibuka langsung oleh Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata. Pada malam harinya, sejumlah musisi dan pengisi acara juga bakal menghibur pengunjung yang datang.

Deretan bintang tamu yang dijadwalkan tampil di antaranya Lolot Band, Ray Peni, DJ Mahesa, Bayu KW, serta pelawak Sengap CS. Penampilan mereka akan didahului sejumlah band dan penyanyi lokal Karangasem dan Seraya, yakni Osibisa Reborn, East Project, Rahayu Koplo, Rupawan, dan Wira Ardana.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top