Bangun Komunikasi dengan Finance

DENPASAR – fajarbali,com | DAMPAK isu virus corona seolah melumpuhkan semua sektor. Dan yang paling terasa adalah sektor pariwisata di Bali. Salah satu sopir berbasis aplikasi di Denpasar, I Kadek Budi Kurniawan mengaku sejak sebulan terakhir pendapatannya menurun drastis.

 

 

Sebelum isu corona merebak, ia mengaku menerima rata-rata 19 kali orderan dengan pendapat Rp800.000. Namun sejak corona muncul, ia hanya mendapat 7 orderan dengan pendapatan Rp200 hingga 300.000. 

 

 

“Sebelum muncul corona, saya bisa terma orderan 19 kali, dengan jam kerja 12 jam. Tapi akhir-akhir ini sangat sepi. Hanya 7 pesanan rata-rata itupun saya harus kerja 20 jam,” kata Budi Kurniawan di Denpasar, Selasa (3/3), kemarin.

 

Bebannya kian berat, lantaran mobil yang ia gunakan masih berstatus kredit di sebuah perusahaan pembiayaan (finance) di Denpasar. Jika situasi pariwisata masih seperti ini, ia mengaku pasrah.

 

Pasalnya, kredit yang harus ia bayar tiap bulan sebesar Rp5 juta rupiah, dengan sistem bunga menetap (flat). Karenanya ia berharap, Gubernur Bali dengan segala kewenangan yang dimiliki segera melakukan komunikasi dengan pihak  finance.

 

Tujuannya agar para sopir angkutan online yang masih mengangsur cicilan kendaraan di finance, mendapatkan keringanan minimal membayar bunga utang saja selama situasi pariwisata masih goyang. 

 

“Saya tiba-tiba terpikir bisa ‘nggak’ Pak Gubernur memanggil pimpinan finance agar dimaklumi situasi yang sepi ini. Minimal diizinkan membayar bunganya saja sekitar 3 bulan ke depan. Karna jujur kami juga menyayangkan kalau sampai mobil yang kami cicil harus ditarik oleh finance,” harapnya. (gds).

 

 

 

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DBD Merebak, Dinkes Jembrana Gencarkan PSN

Sel Mar 3 , 2020
NEGARA – fajarbali.com | Guna mencegah merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) , Dinas Kesehatan (Dinkes) embrana makin gencar mengintensifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal-hal yang disasar tak hanya di lingkungan pemukiman, tetapi juga fasilitas-fasilitas umum lainnya. Hal itu disampaikan Pj. Kadis Kesehatan, dr. Putu Suekantara, di ruang kerjanya, Selasa(3/3/2020). […]

Berita Lainnya