Air sebagai Entitas Peradaban dan Filosofi Kehidupan

Memuliakan Air

107 Views

Ni Nyoman Ayu Puspayani.

 

SIAPA yang tidak mengenal air?

Setiap  mahluk hidup  yang ada dimuka bumi ini pasti akan  membutuhkan air, bahkan dapat dikatakan kehidupan tidak akan pernah ada tanpa air.

Air merupakan sumber daya alam yang ketersediaannya begitu melimpah karena air dapat ditemukan hampir disetiap belahan bumi ini, karena merupakan sumber kehidupan terpenting bagi setiap mahluk  hidup.

Bahkan bumi mendapat julukan sebagai planet biru karena air menutupi hampir ¾  atau sekitar 71% dari permukaan bumi.

Manusia sendiri sebagai mahluk yang paling sempurna diantara ciptaan Tuhan tidak akan dapat bertahan hidup tanpa setetes air karena dalam tubuh manusia terdiri dari sekitar 70% air.

Bagi manusia, kebutuhan akan air adalah mutlak karena hampir semua aktivitas yang dilakukan manusia membutuhkan air. Di antara mahluk hidup yang ada, manusia adalah pengguna air terbanyak di bumi.

Sepanjang sejarah umat manusia air berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia maupun mahluk lainnya air dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai aktifitas hidup sehari – hari, pertanian / perkebunan  hingga membangun peradaban suatu bangsa. 

Peradaban adalah kumpulan identitas seluas-luasnya dari semua hasil budi daya manusia, yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.

Siklus air menjadi penting dalam sebuah peradaban, sebab wilayah wilayah yang terdapat sumber air menjadikan tanah pada daerah tersebut menjadi subur, sehingga manusia dapat hidup menetap didaerah itu dengan bercocok tanam dan membangun peradabannya.

Bahkan beberapa pusat peradaban tertua di dunia lahir dan berkembang pada lembah – lembah  sungai.

Peradaban Mesopotamia merupakan salah satu peradaban dunia yang tumbuh dan berkembang pada dua buah sungai yang terkenal hingga saat ini yaitu eufrat dan tigris.

Pada masa itu sungai sungai tersebut digunakan sebagai sarana irigasi pertanian. Karena kesuburan tanahnya itulah yang akhirnya mendukung berkembangnya peradaban baru dan kemudian menjadi asal mula tumbuhnya kerajaan-kerajaan besar.

Berdasarkan kenyataan empiris yang ada, dalam perkembangan kehidupan di Bali, air menjadi sumber peradaban masyarakat di Bali yang dibentuk dari peradaban air sungai, danau mau pun laut. 

Hal ini dilihat dengan munculnya pusat-pusat keagamaan yang berupa bangunan suci dan petoyaan yang  banyak ditemukan pada daerah aliran sungai.

Ini membuktikan bahwa peradaban masyarakat Bali sangat berhubungan dengan air. Hal ini karena bagi masyarakat di air merupakan penyusun terbanyak unsur buana Agung, dan buana alit.

Bahkan dalam kepercayaan umat hindu di Bali, air memiliki kesucian dan keajaiban yang disebut sebagai Tirta. 

Tirta merupakan bentuk penyatuan antara materi yang berupa air secara fisik dan energi yang berupa doa.

Sehingga tirta tersebut dipercayai memiliki kekuatan spriritual yang luar biasa. Itulah sebabnya leluhur  masyarakat Bali sejak dulu sangat memuliakan keberadaan air dan selalu berusaha untuk menjaga harmonsasi dengan alam disekitarnya.

Masyarakat di Bali memiliki pondasi tradisi kearifan lokal dan spiritual yang kuat sehingga dalam melestarikan sumber-sumber air oleh masyarakat di Bali dilakukan melalui pelaksaan ritual /upakara keagamaan yang dikenal dekan upacara danu kerti dan samudra kerti yang merupakan bagian dari Sad kerti. 

Hal ini merupakan bentuk rasa hormat dan bakti  masyarakat Bali terhadap keberadaan air yang merupakan sumber perkembangan peradaban kebudayaan masyarakat di Bali.

Mengingat begitu pentingnya air bagi kelangsungan hidup setiap mahluk di bumi ini, sehingga air telah menjadi entitas peradaban bagi sebagian besar masyarakat dunia, tak terkecuali kehidupan masyarakat di Bali.

Bali  yang dikenal sebagai  daerah pariwisata dimana sektor perekonomiannya ditopang dari pariwisatanya tentu harus selalu memperhatikan kondisi lingkungannya termasuk kelestarian sumber- sumber air.

Ketersediaan sumber air tersebut harus selalu terjaga kelestariannya baik secara kuantitas dan kualitas.

Untuk itulah berbagai upaya perlu terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat agar sumber- sumber air tersebut tidak  tereskploitasi secara massif yang akan berdampak pada degradasi terhadap fungsi air.

Pelestarian terhadap sumber air tersebut baik secara fisik maupun spritusl akan  sangat berdampak positif dimana sumber-sumber air bersih selalu tersedia dan terjaga kesuciannya serta vibrasi dan energi positif pada sumber-sumber air tersebut tetap terjaga.

Tak hanya sebagai entitas peradaban, lebih jauh lagi air juga telah menjadi ruang filosofi seiiring perkembangan peradaban manusia yang semakin maju untuk dapat memaknai kehidupan lebih dalam.

Banyak filosofi yang bisa kita petik dari makna sebuah air. Air selalu mengajarkan kerendahan hati karena air selalu mengalir menuju tempat yang lebih rendah.

Hal ini mengajarkan kita agar senantiasa rendah hati kepada siapapun.

Seperti halnya air  yang bermanfaat untuk banyak hal, filosofi ini juga selalu mengajarkan kebaikan agar sebagai manusia kita selalu berguna untuk orang lain.

Sifat air yang tenang lembut dapat melubangi kerasnya batu karang, filosofi ini mengajarkan suatu kegigihan agar tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan sesuatu.

Air juga mengajarkan sifat fleksibilitas. Artinya seperti halnya sifat air yang tidak kaku dan mudah beradaptasi dimanapun.

Air dapat menempati berbagai macam ruang serta selalu mengikuti bentuk wadahnya. Begitu pula dengan  kita sebagai manusia yang beradab harus bisa beradaptasi ataupu menyesuaikan diri di lingkungan appaun.

Terlepas dengan menjadi apapun, air tetap menjadi sumber kehidupan dari semua yang hidup.

Dengan menjaga kelestarian dan memuliakan air, peradaban manusia dan seluruh  kehidupan yang ada dibumi ini  akan tetap ada.*

Oleh: Ni Nyoman Ayu Puspayani.

Next Post

Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut, Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Unmas Denpasar Beri Penyuluhan di Dua TK Desa Batuaji, Tabanan

Jum Sep 9 , 2022
“Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut”
Gigi Mulut-20629d1e