Kegiatan yang berlangsung Juli 2026 ini menyasar ibu hamil peserta kelas ibu di desa tersebut. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini digagas oleh Ni Komang Erny Astiti, SKM., M.Keb, bersama dua anggota tim, Ni Wayan Suarniti, SST., M.Keb, dan I Nyoman Wirata, SKM., M.Kes, dengan menggandeng kader posyandu dan Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) setempat.
Kontribusi Positif Poltekkes Kemenkes Denpasar bagi Kesehatan Bayi Baru Lahir Kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi positif Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam upaya meningkatkan kesehatan bayi baru lahir, sekaligus mencegah risiko kematian dan kesakitan pada masa neonatal.
Melalui edukasi yang bersifat praktis, calon ibu dibekali pemahaman menyeluruh tentang persiapan perawatan bayi baru lahir, mulai dari mengenal perubahan adaptasi fisiologis bayi setelah lahir, memenuhi kebutuhan asah, asih, dan asuh, hingga cara memenuhi kebutuhan dasar bayi baru lahir secara tepat.
Upaya ini menjadi semakin relevan untuk menekan kenaikan Angka Kematian Neonatal (AKN) pada usia 0-28 hari di Provinsi Bali. Di sinilah edukasi sedini mungkin kepada ibu hamil memegang peran penting, agar orang tua lebih siap dan percaya diri merawat buah hatinya sejak hari pertama kelahiran.
"Dengan membekali ibu hamil pengetahuan dan keterampilan sejak masa kehamilan, kami berharap dapat menekan risiko komplikasi pada bayi baru lahir sekaligus meningkatkan rasa percaya diri ibu dalam merawat bayinya," ujar Ni Erny Astiti.
Selama ini, kata Erny Astiti, edukasi di kelas ibu memang sudah berjalan rutin setiap bulan dengan metode ceramah menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar hadir melengkapi kebutuhan tersebut dengan pendekatan interaktif, aplikatif serta melengkapi kebutuhan belajar ibu hamil untuk meningkatkan keterampilan merawat bayi baru lahir secara mandiri dengan media edukasi yang diberikan. Belajar Sambil Praktik Langsung Menjawab persoalan itu, tim pengabdi merancang metode belajar yang lebih interaktif melalui pemaparan materi melalui E-Modul Interaktif Perawatan Bayi Baru Lahir yang ditayangkan di layar, lalu simulasi dan praktik langsung menggunakan boneka.
Tak berhenti di ruang kelas, modul edukasi juga dibagikan melalui grup WhatsApp kelas ibu agar peserta bisa terus berlatih di rumah sehingga menjadi terampil dan percaya diri dalam merawat calon bayinya. Hadirkan Media Belajar Interaktif Tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar mendukung upaya peningkatan edukasi ibu hamil dengan menghadirkan media edukasi berupa modul perawatan bayi baru lahir, yang mencakup cara memandikan bayi, perawatan tali pusat, pijat bayi, mengenal arti tangisan bayi, hingga tips mengatasi berbagai masalah yang umum dialami bayi baru lahir. Melalui media ini, ibu diharapkan dapat belajar secara mandiri tentang perawatan bayi baru lahir dalam kehidupan sehari-hari.
Tim pengabdi menyadari bahwa proses belajar menjadi orang tua dalam merawat bayi membutuhkan waktu yang tidak singkat, sehingga edukasi perlu diberikan sedini mungkin, yakni sejak masa kehamilan.
Harapannya, setiap ibu hamil beserta suami yang telah belajar secara mandiri melalui E-Modul Perawatan Bayi Baru Lahir ini dapat memiliki rasa percaya diri yang optimal dalam merawat buah hatinya kelak.
Bukan Sekadar Kegiatan Sesaat Bagi tim pengabdi, kegiatan ini bukan program yang berhenti begitu saja setelah edukasi usai. Rencana tindak lanjut sudah disiapkan, mulai dari pelatihan kader agar mereka juga mampu mengedukasi ibu hamil dan keluarga saat kunjungan rumah maupun posyandu, hingga penggunaan E-Modul secara rutin sebagai media pendamping kelas ibu ke depannya.Kepala Desa Dangin Puri Klod dan bidan desa setempat turut menyambut baik program ini dan berkomitmen melanjutkan kerja sama, mengingat kelas ibu di wilayah tersebut memang berjalan aktif setiap bulan namun selama ini kekurangan media edukasi yang variatif. Pesan untuk Calon Ibu Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap semakin banyak ibu hamil, khususnya yang baru pertama kali memiliki anak, tidak lagi merasa canggung atau cemas saat harus merawat bayinya sendiri di rumah.
Perawatan bayi baru lahir yang benar sejak hari pertama, mulai dari memandikan, merawat tali pusat, hingga memijat bayi, terbukti menjadi salah satu kunci menurunkan risiko komplikasi dan mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Program ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan tidak harus monoton. Dengan sentuhan simulasi dan teknologi sederhana, ilmu yang sebelumnya terasa berat justru bisa dipelajari sambil dipraktikkan langsung, dan hasilnya pun terasa nyata bagi para ibu di Desa Dangin Puri Klod. [gde/rel]









