SEMARAPURA-Fajar Bali, Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan (AKSIKU) Kabupaten Klungkung) 2026 sebentar lagi akan digelar. Dinas Kebudayan Kabupaten Klungkung telah menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan para seniman muda. Sesuai rencana, ajang tahunan tersebut akan digelar pada 20–23 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung I Wayan Suteja, Senin (28/9/2026) mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi untuk persiapan Aksiku 2026. Sesuai hasil koordinasi tersebut, Aksiku akan dimulai pada Selasa (20/10) dengan lomba gong kebyar dewasa. Lomba ini menjadi salah satu agenda utama Aksiku dengan peserta yang mewakili masing-masing kecamatan. Tidak hanya dari Klungkung daratan, tetapi jug Nusa Penida.
Selanjutnya, di hari kedua Rabu (21/10), akan diisi dengan lomba gong kebyar dewasa. Kemudian pada, Kamis (22/10), digelar lomba mapang barong dan kendang tunggal. Pada hari yang sama juga dijadwalkan kolaborasi dengan KNPI melalui kegiatan musik pop Bali. Di hari terakhir, Jumat (23/10), akan digelar lomba baleganjur yang melibatkan pelajar SMP. Sebanyak delapan peserta dijadwalkan mengikuti lomba tersebut, termasuk peserta dari wilayah Nusa Penida. Kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan Anak Agung Raka Sidan.
Menurut Suteja, secara umum Aksiku masih mengusung konsep yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, saat ini sejumlah bentuk penampilan disederhanakan, agar pelaksanaan kegiatan tidak membutuhkan biaya terlalu besar. Hal yang terpenting, tujuan utama Aksiku, yakni sebagai upaya pelestarian seni dan kebudayaan daerah tetap tercapai.
"Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah dapat menjaga keberadaan seni tradisi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda," ungkap Suteja.
Berkaca dari pelaksanakan Aksiku tahun-tahun sebelumnya, Suteja memastikan pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh. Sehingga untuk tahun ini, ada beberapa persoalan yang mendapat perhatian serius. Yakni terkait sampah. Dengan padatnya kunjungan penonton dan UMKM, dapat dipastkan akan berdampak pada peningkatan volume sampah. Sebagai antisipasi, Suteja berencana untukmemberikan kantong sampah kepada pelaku UMKM sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat.
"Kebersihan dan sampah menjadi salah satu yang kami soroti. Kami sudah melakukan rapat teknis, bagaimana kegiatan ini bisa meminimalkan sampah dan masyarakat membuang sampah pada tempatnya,” imbuhnya. W-019










