Unwar Bertengger di Peringkat 1 PTS di Bali Versi UI GreenMetric

IMG-20260929-WA0008
Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP. (kiri), hadir menerima penghargaan UI GreenMetric World University Rankings. [Foto: ist]

DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Warmadewa (Unwar) mencatatkan prestasi dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings.

Dengan skor total 5.900 poin, Unwar menempati posisi pertama perguruan tinggi swasta (PTS) di Bali, sekaligus masuk 100 besar nasional dan 1.000 besar dunia.

Dalam pemeringkatan tersebut, Unwar berada di peringkat ke-4 dari 14 perguruan tinggi yang berpartisipasi di Bali. Pada tingkat nasional, Unwar menempati peringkat ke-100 dari 217 perguruan tinggi, sedangkan secara global berada di peringkat ke-907 dari 2.016 perguruan tinggi.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator komitmen Unwar dalam mengembangkan tata kelola kampus yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Pengembangan kampus hijau tersebut juga diarahkan untuk mendukung visi Universitas Warmadewa 2034 sebagai perguruan tinggi bermutu, berwawasan ekowisata dan berdaya saing global, yang berlandaskan filosofi Sapta Bayu serta selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika dan dukungan mitra kerja sama.

“Hasil pemeringkatan ini membuktikan bahwa Unwar mampu bersaing secara global dan menjadi pelopor kampus swasta ramah lingkungan di Bali. Masuknya Unwar dalam Top 100 Nasional dan Top 1.000 Dunia bukan sekadar soal angka, melainkan wujud komitmen nyata kami dalam menghadirkan kampus yang hijau, efisien energi, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya, Senin (28/9).

Menurutnya, pemeringkatan UI GreenMetric tidak hanya berkaitan dengan posisi dalam daftar perguruan tinggi, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk mengukur berbagai upaya perguruan tinggi dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.

Prof. Pandit menjelaskan, Unwar sebelumnya juga berupaya memperkuat eksistensinya dalam sejumlah pemeringkatan perguruan tinggi internasional. 

BACA JUGA:  Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Unwar Tambah 30 Lulusan, Miliki Prospek Kerja Tak Terbatas

Ia menyebut pemeringkatan seperti UI GreenMetric, Times Higher Education (THE), AUN QA, dan QS World UniversityRankings menjadi bagian dari indikator yang dapat menunjukkan perkembangan kualitas dan kontribusi perguruan tinggi di tingkat global.

“Dengan masuknya perguruan tinggi dalam indikator tersebut, mitra kerja sama di dunia dapat mengetahui bahwa perguruan tinggi tersebut memiliki komitmen terhadap pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, termasuk dalam mewujudkan SDGs dan menghasilkan luaran yang terindeks,” jelasnya.

Untuk mengikuti UI GreenMetric, Unwar membentuk tim khusus yang bertugas menyiapkan dan mengompilasi dokumen sesuai indikator yang dipersyaratkan. Berbagai data dan program kampus terkait aspek lingkungan, energi, air, transportasi, pengelolaan sampah, pendidikan dan riset keberlanjutan didokumentasikan sebagai bagian dari proses pemeringkatan.

Pada aspek energi dan perubahan iklim, Unwar antara lain memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya atau PLTS. Kampus juga menggunakan lampu LED hemat energi serta melakukan pemantauan emisi kendaraan dengan teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR).

Sementara pada pengelolaan sampah dan air, Unwar mengoperasikan TPS 3R untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos. Kampus juga menjalankan edukasi daur ulang botol plastik melalui mesin Plasticpay, memperluas sumur resapan biopori serta menyediakan fasilitas air minum mandiri melalui Tirta Unwar.

Komitmen terhadap transportasi berkelanjutan diterapkan melalui program Campus Car-Free Day setiap Sabtu. Unwar juga menyediakan fasilitas parkir sepeda dan jalur pedestrian di lingkungan kampus.

Di bidang pendidikan, riset dan transparansi digital, Unwar mengembangkan portal sdgs.warmadewa.ac.id sebagai wadah publikasi dan dokumentasi kegiatan dosen serta mahasiswa yang berkaitan dengan isu-isu SDGs.

Berbagai program lainnya juga diarahkan pada pengurangan penggunaan kertas melalui sistem paperless, integrasi sistem informasi publik, efisiensi pemanfaatan air, penggunaan kran otomatis dan pengembangan biopori.

BACA JUGA:  Tempuh S2 untuk Mewarnai Perkembangan Teknologi Pendidikan

Prof. Pandit menegaskan capaian peringkat tersebut tidak boleh membuat Unwar berhenti melakukan pembenahan. Sebaliknya, hasil pemeringkatan menjadi pijakan untuk meningkatkan pemenuhan indikator keberlanjutan pada siklus pemeringkatan berikutnya.

“Unwar tidak boleh stagnan. Tahun berikutnya harus ada peningkatan dalam pemenuhan tujuh indikator tersebut. Prinsipnya adalah sustainable atau berkelanjutan, bahkan harus ada peningkatan dari capaian yang sudah kita selesaikan,” katanya.

Prof. Pandit kembali menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika atas capaian tersebut.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika atas kerja kerasnya. Masuknya Unwar dalam Top 100 Nasional dan Top 1.000 Dunia membuktikan bahwa kita mampu bersaing global dan menjadi pelopor kampus hijau berkelanjutan di Bali. Mari terus kita jaga dan tingkatkan budaya ramah lingkungan ini bersama-sama,” kata Prof. Pandit.

Dengan capaian tersebut, Prof. Pandit mengatakan akan terus meningkatkan kualitas tata kelola lingkungan pada siklus pemeringkatan berikutnya. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat pengembangan kampus hijau dan ekowisata yang berstandar internasional. [gde]

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top