
FOTO: PROFESOR-Rektor Unwar Prof. Dr. Ir. I Gede Suryana Pandit, MP., diapit guru besar baru; Prof. Dr. Ir. Yohanes Parlindungan Situmeang, M.Si., dan Prof. Dr. I Made Sara, SE.,MP.
DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Universitas Warmadewa (Unwar) menambah dua guru besar tetap, sehingga total menjadi 20 orang guru besar atau profesor. Dua guru besar yang dikukuhkan, Selasa (18/7) itu, yakni Prof. Dr. Ir. Yohanes Parlindungan Situmeang, M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Tanah), dan Prof. Dr. I Made Sara, SE.,MP. (Guru Besar Bidang Ekonomi).
Pengukuhan Guru Besar dilakukan langsung oleh Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP. Pada pengukuhan ini, Prof. Yohanes membawakan Orasi Ilmiah berjudul “Agen Pembenah Tanah Berbasis Biochar dan Kompos”.
Sedangkan, Prof. Sara membawakan Orasi Ilmiah berjudul “Gerakan Ekonomi Hijau Dalam Persimpangan Pembangunan Berkelanjutan Antara Kepentingan Desa Adat Dengan Ekspansi Pariwisata di Bali”.
Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., menyampaikan dengan pengukuhan dua guru besar ini, Unwar akan semakin mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Termasuk juga hasil penelitian dan juga publikasi akan terindeks internasional.
Oleh karena itu, rektor mendorong para dosen Unwar yang telah memiliki persyaratan agar segera meraih gelar Guru Besar. Menurutnya, guru besar merupakan jabatan bergengsi dan paling tinggi bagi dosen dalam dunia perguruan tinggi.
“Untuk itu saya harap dengan lahirnya guru besar lainnya, mampu mewujudkan visi Unwar unggul dan berdaya saing internasional dapat diraih dalam jangka waktu yang tidak lama,” harapnya.










