Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Melalui Edukasi Tanda Bahaya Kehamilan 

IMG-20260607-WA0025
Edukasi bertema “Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil” di Kantor Desa Dangin Puri Klod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar.

*Berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Denpasar Tahun 2023, angka kematian ibu di Kecamatan Denpasar Timur masih mencapai 31,9 per 100.000 kelahiran hidup.

*Salah satu faktor, masih kurangnya pengetahuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya kehamilan sehingga penanganan sering terlambat dilakukan.

DENPASAR-fajarbali.com | Dalam upaya mendukung peningkatan kesehatan ibu dan menekan risiko komplikasi kehamilan, tim dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar turun tangan melalui salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian.

Tim melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil” di Kantor Desa Dangin Puri Klod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar.

Kegiatan ini dikoordinir oleh Bdn. Ni Wayan Suarniti, SST., M.Keb., dengan anggota pengabdi Bdn. Ni Nyoman Suindri, S.Si.T., M.Keb. dan Ni Putu Adnyani, SST, serta melibatkan mahasiswa Jurusan Kebidanan, bekerja sama dengan Kepala Desa Dangin Puri Klod, UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Timur, bidan desa, dan kader kesehatan. Kader kesehatan turut dilibatkan sebagai edukator agar kegiatan dapat berkelanjutan melalui posyandu dan kunjungan rumah kepada ibu hamil di masyarakat.

"Kegiatan telah kami laksanakan 8 Mei 2026 lalu, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan ibu hamil dan keluarga terhadap tanda bahaya selama kehamilan," kata Suartniti, dikonfirmasi Jumat (5/6).

Berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Denpasar Tahun 2023, lanjut dia, angka kematian ibu di Kecamatan Denpasar Timur masih mencapai 31,9 per 100.000 kelahiran hidup.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah masih kurangnya pengetahuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya kehamilan sehingga penanganan sering terlambat dilakukan.

Suarniti, menambahkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan melalui edukasi yang lebih inovatif dan mudah dipahami.

BACA JUGA:  Swab Test Tidak Merusak Otak

“Selama ini sebagian besar ibu hamil menggunakan Buku KIA sebagai media pencatatan dan belum membaca secara menyeluruh isi edukasi di dalamnya. Karena itu diperlukan media edukasi yang menarik dan interaktif,” ujarnya.

Kegiatan edukasi dilakukan melalui kelas ibu hamil dengan metode simulasi, pemutaran video edukasi, dan penggunaan booklet “Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan”.

Materi yang diberikan mencakup tanda bahaya pada setiap trimester kehamilan, seperti perdarahan, nyeri hebat, gerakan janin berkurang, preeklamsia, hingga pecah ketuban dini. Selain itu, ibu hamil juga diberikan pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan apabila mengalami tanda bahaya selama kehamilan.

Lanjut Suarniti, pengenalan tanda bahaya kehamilan sejak dini merupakan langkah penting dalam mencegah komplikasi yang dapat menyebabkan kesakitan maupun kematian ibu dan bayi.

“Kami berharap melalui edukasi yang berkesinambungan, ibu hamil dan keluarga menjadi lebih sigap mengenali kondisi berbahaya dan segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam mendukung program peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kota Denpasar.

Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, diharapkan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini tanda bahaya kehamilan semakin meningkat sehingga dapat membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Bali. [rel]

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top