Upaya Pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali di Desa Nyuhtebel melalui Bulan Bahasa Bali VI

Melalui perayaan ini, generasi muda didorong untuk lebih mencintai dan memahami keunikan bahasa Bali serta menghargai perbedaan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat Bali yang multikultural.

 Save as PDF
(Last Updated On: 22/02/2024)

Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VI di Desa Nyuhtebel, Selasa (20/2).

 

AMLAPURA – fajarbali.com | Dalam upaya melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali, Pemerintah Desa Nyuhtebel berkolaborasi dengan Desa Adat Nyuhtebel menggelar kegiatan Bulan Bahasa Bali, bertempat di Balai Banjar Tengah, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem , Selasa (20/2/2024).

Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali yang ke-6 dengan mengambil tema “Jana Kerthi Dharma Sadhu Nuraga” yang bermakna Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sumber kebenaran, kebijaksanaan, dan cinta kasih untuk memperkuat jati diri krama Bali.

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini dijadikan momentum untuk merayakan kekayaan bahasa dan budaya Bali melalui berbagai kegiatan dan acara yang diadakan, seperti lomba nyurat aksara bali tingkat Sekolah Dasar dan Karang Taruna, serta lomba membawakan cerita rakyat berbahasa Bali dari Paiketan krama istri (Pakis).

Adapun jumlah peserta dalam lomba nyurat aksara bali tingkat SD sejumlah 19 orang, tingkat karang taruna 12 orang dan peserta Pakis sejumlah 8 orang.

Melalui perayaan ini, generasi muda didorong untuk lebih mencintai dan memahami keunikan bahasa Bali serta menghargai perbedaan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat Bali yang multikultural.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Nyuhtebel beserta staf perangkat desa, Kelian Desa Adat Nyuhtebel beserta jajaran, Koordinator Sabha Desa, kelian Banjar Adat se-Desa Nyuhtebel, Ketua LPD Nyuhtebel, Ketua BPD beserta staf, Babinsa dan Babinkamtibmas, serta tokoh-tokoh masyarakat adat lainnya yang turut hadir dalam acara tersebut.

Menyambut Bulan Bahasa Bali, Ketua Panitia Pelaksana, I Nengah Giri Gunadi menyatakan, Bulan Bahasa Bali adalah momen yang penting untuk merenungkan dan menghargai kekayaan bahasa dan budaya yang dimiliki oleh Bali.

Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, ia berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan budaya Bali.

“Ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat Bali tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan akan identitas budaya Bali” ujar Giri.

“Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk melestarikan bahasa dan budaya Bali, ajang ini terus menjadi perayaan yang dinanti-nantikan setiap tahun oleh masyarakat Bali, khususnya Desa Nyuhtebel, dan menjadi momentum penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang” pungkasnya. (rl)

 Save as PDF

Next Post

Wanita Jerman Dideportasi Karena Melebihi Izin Tinggal Selama 260 Hari

Kam Feb 22 , 2024
Dibaca: 554 (Last Updated On: 22/02/2024) DEPASAR-Fajar Bali | Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar melakukan tindakan administratif keimigrasian dengan melakukan pendeportasian terhadap seorang wanita berinisial BK warga negara asing (WNA) asal Jerman lantaran melebihi izin tinggal selama 260 hari. BK selama hidup di Bali selalu berpindah – pindah dari […]
1000093002

Berita Lainnya